Umat Muslim menjadikan doa Nabi Ayub AS yang tercantum dalam Al-Qur'an sebagai rujukan utama saat memohon kesembuhan dari penyakit berat pada Rabu, 15 April 2026. Doa ini merujuk pada ketabahan Nabi Ayub saat menghadapi ujian kesehatan fisik yang ekstrem selama belasan tahun.
Dilansir dari Detikcom, Ammi Nur Baits dalam buku berjudul "Untukmu Yang Sedang Sakit" menjelaskan bahwa doa tersebut bersumber dari Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 83. Doa ini mengandung unsur tawasul dengan menyebutkan penderitaan diri serta memuji sifat kasih sayang Allah SWT.
"Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang," kata Nabi Ayub AS dalam terjemahan doa tersebut sebagaimana dikutip dari buku Ammi Nur Baits.
Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Qishash Al Anbiya karya Ibnu Katsir, Nabi Ayub AS merupakan sosok kaya raya yang kehilangan harta, anak, dan kesehatan secara berturut-turut. Beliau didiagnosis menderita penyakit kulit parah yang berlangsung selama 18 tahun tanpa kunjung sembuh.
Meskipun kehilangan seluruh hewan ternak dan lahan pertanian di wilayah Hauran, Nabi Ayub AS dilaporkan tetap teguh dalam kesabaran. Beliau tidak mengeluh dan tetap berprasangka baik terhadap segala ketetapan yang diberikan oleh Allah SWT selama masa ujian tersebut.
Penggunaan doa ini dalam praktik ibadah harian ditekankan sebagai bentuk pengaduan hamba kepada Sang Pencipta. Nabi Ayub AS memilih untuk menyebutkan penderitaannya secara langsung di hadapan Allah sembari mengagungkan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim.