Dishub Kota Bekasi Kaji Penutupan Pelintasan Sebidang Ampera

Dishub Kota Bekasi Kaji Penutupan Pelintasan Sebidang Ampera
Foto: Ilustrasi Dishub Kota Bekasi Kaji Penutupan Pelintasan Sebidang Ampera.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengevaluasi opsi penutupan pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, menyusul insiden kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan transportasi di wilayah tersebut.

Data yang dilansir dari Megapolitan menunjukkan kecelakaan tersebut mengakibatkan 106 orang menjadi korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam peristiwa di KM 28+920 tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa penutupan akses jalan tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam. Pihaknya mempertimbangkan aspek kapasitas jalan serta dampak pergerakan kendaraan di titik-titik sekitarnya.

"Menutup atau tidak menutup itu bukan targetnya. Itu hanya tools. Tujuan utamanya adalah aman, selamat, tertib, dan lancar, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta," ujar Zeno Bachtiar, Kepala Dishub Kota Bekasi.

Zeno menekankan bahwa penutupan satu akses dipastikan akan berdampak pada peningkatan volume kendaraan di lokasi lain, seperti underpass Nonon Sontani dan kawasan Bulak Kapal. Oleh karena itu, penghitungan lalu lintas harian rata-rata (LHR) dilakukan secara matang sebelum keputusan diambil.

"Kalau satu lintasan ditutup, pasti akan menambah volume di titik lain. Itu yang harus dihitung secara matang," kata Zeno Bachtiar.

Sebagai penanganan jangka pendek, petugas Dishub kini disiagakan di lokasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan sistem kerja bergilir. Pemasangan sirene peringatan dini sejauh 500 meter sebelum rel juga sedang disiapkan oleh pemerintah daerah.

"Fungsinya untuk memberikan peringatan kepada pengendara agar segera menghentikan perjalanan sebelum kereta melintas," ujar Zeno Bachtiar.

Selain penanganan di lokasi kejadian, Pemerintah Kota Bekasi juga memprioritaskan penyelesaian infrastruktur permanen untuk meminimalisir risiko di pelintasan kereta. Pembangunan Flyover Bulak Kapal menjadi fokus utama dalam rencana jangka panjang tersebut.

"Sekarang sedang dilakukan percepatan pembiayaan infrastruktur. Pemerintah pusat, provinsi, and kota berkomitmen untuk mempercepat pembangunan flyover," kata Zeno Bachtiar.

Dukungan terhadap aspek keselamatan ini juga disebut selaras dengan instruksi pemerintah pusat guna menekan angka kecelakaan di pelintasan sebidang. Dishub juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas di area Stasiun Bekasi Timur yang diklaim meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

"Artinya ada perbaikan kinerja jalan, meski perjalanan mungkin sedikit lebih jauh," ujar Zeno Bachtiar.

Artikel terkait

Rekomendasi