Emiten komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp 329,4 miliar bagi para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (17/4/2026). Dilansir dari Stocksetup, nilai tersebut setara dengan Rp 70 per saham dengan rasio imbal hasil atau yield mencapai 6,8 persen.
Jumlah dividen yang dibayarkan tahun ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 62,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode tahun buku 2024, perusahaan tercatat hanya mendistribusikan dividen sebesar Rp 202,4 miliar atau senilai Rp 43 per saham.
Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan positif laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 sebesar 12,65 persen menjadi Rp 652,58 miliar. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih yang menyentuh angka Rp 5,93 triliun dari posisi Rp 5,50 triliun pada tahun 2024.
Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para investor perusahaan.
"Pembagian dividen ini merupakan upaya DRMA untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Irianto menambahkan bahwa kondisi keuangan internal perusahaan yang sangat kuat menjadi modal utama dalam menentukan besaran distribusi keuntungan tersebut.
"Keputusan pembagian dividen tidak hanya didasari optimisme terhadap prospek bisnis, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan dengan ekspansi jangka panjang," jelas Irianto.
Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (17/4), saham DRMA menguat 1,49 persen ke posisi 1.020. Dengan level harga tersebut, yield dividen sebesar 6,8 persen tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata suku bunga deposito perbankan yang saat ini berada di kisaran 2 persen hingga 3 persen.