Desa Sukalaksana yang terletak di Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat, berhasil mengubah status dari wilayah tertinggal menjadi destinasi wisata kelas dunia melalui optimalisasi potensi lokal dan inovasi manajemen desa. Transformasi ini dilakukan dengan mengadopsi konsep kearifan lokal yang terintegrasi dengan alam pegunungan sejauh 10 kilometer dari pusat kota Garut.
Keberhasilan pengembangan kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial tersebut dilansir dari Detik Travel. Kepala Desa Sukalaksana, Oban Sobana, menginisiasi perubahan dengan mencari kemitraan strategis guna memberdayakan luas wilayah sebesar 203.426 hektare yang dihuni oleh 4.991 penduduk.
Pengelola BUMDes Desa Sukalaksana, Siti Julaeha, menjelaskan bahwa status ekonomi desa di masa lalu sangat memprihatinkan sebelum adanya perombakan besar-besaran terhadap tata kelola sumber daya alamnya.
"Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut," kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana.
Inspirasi pembangunan desa wisata ini merujuk pada kesuksesan Desa Petingsari di Yogyakarta yang memiliki kemiripan geografis. Pemerintah desa kemudian memutuskan untuk tidak membuat atraksi buatan yang berlebihan, melainkan memaksimalkan aset yang sudah tersedia di lingkungan sekitar.
"Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya," ujar Siti.
Pemerintah desa bersama warga sepakat menjadikan rumah khas palupuh dan mata air Ciburial sebagai ikon utama wisata. Kawasan ini menawarkan pengalaman otentik berupa perkebunan sawi, budidaya domba Garut, hingga hasil bumi seperti teh kewer dan kopi kepada para pengunjung.
"Lebih pure menyajikan tentang desa," kata Siti.
Selain kekayaan alam, wisatawan dapat menikmati pertunjukan budaya tradisional seperti pencak silat Gajah Putih dan permainan anak-anak yang sudah mulai langka. Dukungan dari Bank BRI sejak tahun 2019 dalam bentuk dana dan pendampingan mempercepat pembangunan fasilitas pendukung di lokasi tersebut.
"BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an," kata Siti.
Sinergi antara masyarakat dan pihak perbankan menghasilkan prestasi bagi desa ini dengan menyabet juara pertama dalam penghargaan Desa BRILian 2021. Pengelolaan secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci berkelanjutannya kesejahteraan ekonomi warga melalui sektor pariwisata.