Gubernur Dedi Mulyadi Santuni Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi

Gubernur Dedi Mulyadi Santuni Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi
Foto: Ilustrasi Gubernur Dedi Mulyadi Santuni Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan santunan kepada keluarga Nuryati, korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/4/2026). Penyerahan bantuan ini merupakan pemenuhan janji kepada para korban insiden maut di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi Senin (27/4/2026).

"Saya waktu itu ketika terjadi musibah menyampaikan akan membantu para korban dan akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia," ujar Dedi di Jakarta, Kamis, sebagaimana ditayangkan video YouTube KompasTV.

Dedi menuturkan bahwa awalnya ia menduga seluruh korban kecelakaan tersebut merupakan warga Jawa Barat. Namun, identifikasi lapangan menunjukkan beberapa korban memiliki kartu identitas dari luar provinsi meski berdomisili di wilayahnya.

"Karena saya sudah berucap, saya kan tidak boleh untuk mengingkari terhadap apa yang saya ucapkan. Walaupun lintas provinsi, tetap kita temui. Kebetulan juga saya lagi ada kunjungan ke Kementerian UMKM, ya sudah aja mampir untuk menyampaikan doa," ucap Dedi.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Berdasarkan data Kepolisian Daerah Metro Jaya, peristiwa tragis ini mengakibatkan belasan orang kehilangan nyawa.

"Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 (WIB), korban total adalah 106 orang, di mana korban luka 90 orang, 44 pasien sudah pulang ke rumah, 46 pasien sedang melaksanakan observasi, meninggal dunia 16 orang," katanya dalam program Kompas Siang KompasTV, Rabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan rincian data tersebut berdasarkan laporan per 29 April 2026. Dilansir dari Kompas, 16 korban jiwa tersebut tersebar di RS Polri Kramat Jati, RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Bekasi, dan RS Bella Bekasi.

Sebaran Lokasi Korban Meninggal Dunia
Lokasi Rumah SakitJumlah Korban
RS Polri Kramat Jati10 orang
RSUD Kota Bekasi4 orang
RS Mitra Bekasi1 orang
RS Bella Bekasi1 orang

Kronologi dari Kementerian Perhubungan menyebutkan tabrakan bermula saat KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden awal ini membuat rangkaian KRL harus dievakuasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.

Kondisi tersebut memaksa petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Tak berselang lama, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya melintas dan tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di stasiun.

Artikel terkait

Rekomendasi