DCI Indonesia Geser BRI di Peringkat Kapitalisasi Pasar BEI

DCI Indonesia Geser BRI di Peringkat Kapitalisasi Pasar BEI
Foto: Ilustrasi DCI Indonesia Geser BRI di Peringkat Kapitalisasi Pasar BEI.

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali merebut posisi kedua dalam jajaran sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia setelah menggeser peringkat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga penutupan perdagangan pada Jumat (22/5/2026).

Perubahan posisi ini membalikkan situasi pada 20 Mei 2026 ketika saham BBRI sempat menyalip DCII ke peringkat kedua, seperti dilansir dari Investor Daily berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Minggu (24/5/2026).

Nilai kapitalisasi pasar emiten pusat data milik Otto Toto Sugiri tersebut tercatat mencapai Rp 460 triliun, sedangkan saham BBRI turun ke peringkat ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 458 triliun.

Posisi puncak klasemen kapitalisasi pasar tertinggi di bursa domestik masih dipegang oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai mencapai Rp 720 triliun.

Daftar 10 Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar BEI Per 22 Mei 2026
PeringkatEmitenKapitalisasi Pasar
1PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp 720 triliun
2PT DCI Indonesia Tbk (DCII)Rp 460 triliun
3PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)Rp 458 triliun
4PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)Rp 381 triliun
5PT Bayan Resources Tbk (BYAN)Rp 333 triliun
6PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp 328 triliun
7PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)Rp 320 triliun
8PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)Rp 289 triliun
9PT Astra International Tbk (ASII)Rp 219 triliun
10PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)Rp 210 triliun

Meskipun mengalami penurunan peringkat pasar, riset dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan saham BBRI saat ini telah menyentuh titik dasar setahun dalam kisaran Rp 3.000-an dengan fundamental perusahaan yang dinilai tetap solid.

Pendapatan bunga bersih BBRI diprediksi mampu menyentuh angka Rp 155 triliun pada tahun 2026 dengan proyeksi laba bersih yang ditaksir merangkak naik mencapai Rp 59 triliun dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp 57 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi