Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin kunjungan bersama jajaran direksi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ke Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5/2026) guna merespons gejolak pasar modal.
Kunjungan ini dilangsungkan saat Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan hebat hingga anjlok 3,08 persen ke level 6.396,268 pada sesi pertama perdagangan hari itu, seperti dilansir dari Investortrust.
Rombongan yang menyertakan Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria tersebut diterima langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi bersama Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.
Langkah peninjauan ini menjadi representasi sokongan otoritas terhadap stabilitas pasar saham domestik yang sedang menghadapi tekanan jual masif setelah sempat menguat di zona hijau pada awal transaksi pagi.
Penurunan indeks yang terdongkrak hingga minus 202,97 poin terjadi pasca-IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 6.635,127 sekitar pukul 10.00 WIB sebelum akhirnya berbalik arah ke area terendah di level 6.376,34.
Dalam kesempatan tersebut, Dasco menyampaikan bahwa kedatangan jajaran pimpinan institusi ini bertujuan memberikan support moril bagi pengelola pasar modal yang tengah menghadapi volatilitas tinggi.
"Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini, semua dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan mendapatkan hasil," kata Dasco kepada awak media di Gedung BEI, Selasa (19/5/2026).
Selain memberikan dorongan bagi regulator, ia mengapresiasi jajaran direksi BEI dan OJK yang dinilai konsisten memelihara mutu pasar saham setelah guncangan yang melanda pada akhir Januari lalu.
Legislator tersebut juga menyoroti pencapaian positif jumlah investor ritel domestik di pasar modal Indonesia yang saat ini tercatat telah menembus angka 2,7 juta investor.
Pertumbuhan jumlah pemodal lokal tersebut dipandang masih memiliki ruang ekspansi yang besar di masa depan, sejalan dengan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas industri keuangan nasional.