Layanan DANASTRA dari PT Federal International Finance (FIFGROUP) hadir sebagai solusi finansial berkelanjutan untuk mendukung sektor produktif dan kebutuhan personal masyarakat. Dikutip dari Investortrust, fasilitas pembiayaan multiguna ini efektif membantu nasabah dalam menempuh pendidikan tinggi hingga mengembangkan sayap bisnis pelaku usaha mikro.
Sukniasih (42), seorang guru sekolah dasar di SD Sumeruni dekat wilayah Cirebon, memanfaatkan fasilitas ini untuk membiayai kuliah S3 di Universitas Negeri Semarang. Perempuan kelahiran 29 Maret 1984 tersebut memilih opsi menjaminkan BPKB sepeda motor guna menutup biaya semesteran yang mencapai Rp 10 juta.
Kutipan langsung dari Sukniasih menceritakan pengalamannya dalam menuntut ilmu secara mandiri.
"Ibu saya selalu bilang, perempuan akan terlihat cantik dengan prediction. Memang ibu saya hanya lulusan SD dan ini mungkin impian ibu saya yang melalui saya harus dikejar. Terkadang, saya merasa seperti guru desa, tetapi saya tidak pernah berkecil hati," ungkapnya.
Aparatur Sipil Negara (ASN) kontrak ini tercatat sudah menjadi nasabah FIFGROUP cabang Cirebon sejak masa lajang dan telah mengambil pembiayaan motor sebanyak empat kali.
"Saya menggadaikan BPKB dari motor yang memang saya beli dari FIFGROUP. Karena mudah dan tidak memberatkan, saya sudah beberapa kali pinjam untuk biaya pendidikan saya. Jadi bagi saya FIFGROUP bukan cuma soal motor atau pinjaman, tapi tentang perjalanan hidup saya untuk mencapai impian," ujarnya.
Ibu tiga anak yang juga lolos seleksi guru penggerak di Cirebon ini berencana mengajukan kembali pinjaman dana ke DANASTRA demi membiayai kuliah anak pertamanya tahun depan.
"Kadang orang aneh yah melihat saya pinjam uang hanya untuk belajar lagi, padahal sudah tidak muda lagi dan sudah punya anak yang tahun depan mau kuliah. Tapi bagi saya ini adalah proses perjuangan. Saya belajar mengatur waktu, uang, kesehatan, dan kehidupan," ujarnya.
Manfaat serupa dirasakan oleh Arianto (51), seorang pedagang tahu Bandung asal Cilacap yang beroperasi di pasar tradisional Jakarta. Memulai bisnis dari sepeda keliling selama tiga tahun, ia kini mengelola lima lapak pasar dan mempekerjakan enam orang karyawan berkat suntikan modal awal DANASTRA.
"Suatu hari saya bertemu orang dari DANASTRA. Saya ditawari pinjaman. Saya bilang tidak punya jaminan. Mereka bilang kalau punya BPKB motor bisa dipakai," kata pria kelahiran 5 Desember 1975 tersebut.
Bermodal jaminan BPKB motor Supra miliknya, nasabah FIFGROUP cabang Jakarta Pusat 2 ini memperoleh kucuran dana pertama senilai Rp 5 juta yang digunakan untuk ekspansi toko.
Kini, penjualan tahu Bandung milik Arianto mampu menembus angka 4.000 potong per hari setelah dirinya melakukan pengajuan pinjaman modal usaha lebih dari empat kali.
"Saya ingin usaha saya maju dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat buat orang lain," ungkap ia.
Corporate Planning & Communication Division Head FIFGROUP, Benny Setiawan, mengutarakan bahwa emiten pembiayaan ini memposisikan diri untuk mengawal kebutuhan dana konsumen dalam jangka panjang. Skema awal kepemilikan motor baru diakomodasi oleh FIFASTRA, sementara kebutuhan modal lanjutan dikelola melalui DANASTRA.
"With pendekatan ini, FIFGROUP tidak hanya melayani kebutuhan awal, tetapi juga terus mendampingi konsumen dalam memenuhi kebutuhan finansial berikutnya," ucapnya.
Anak usaha PT Astra International Tbk di bawah naungan Astra Financial ini fleksibel menyalurkan pendanaan komparatif, mulai dari sektor kesehatan, renovasi rumah, hingga dana pendidikan.
"Sebagai bagian dari FIFGROUP yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, DANASTRA juga didukung oleh reputasi yang kuat sehingga terpercaya dan aman, serta fleksibel digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, hingga renovasi rumah," ungkap ia.
Presiden Direktur FIFGROUP, Indra Gunawan, menekankan bahwa visi korporasi ditumpu pada kampanye #TemanMeraihImpian bertepatan dengan perayaan hari jadi perusahaan ke-37 pada 1 Mei 2026 lalu.
Selain DANASTRA dan FIFASTRA, ekosistem pembiayaan grup diperkuat oleh SPEKTRA untuk perabot rumah tangga, FINATRA untuk segmen mikro, serta AMITRA yang melayani pembiayaan syariah ibadah haji dan umrah.
Pada tahun 2026 ini, DANASTRA menargetkan pertumbuhan nilai total pembiayaan sebesar 4% secara tahunan (YoY) dengan proyeksi volume unit tumbuh sebesar 7% dibandingkan performa tahun sebelumnya.
"Prospek pembiayaan multiguna tetap positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses dana yang cepat dan fleksibel, meskipun maraknya pinjaman ilegal menjadi tantangan," ujarnya.
Sumbangan Sektor Multiguna Terhadap Ekonomi Riil
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menerangkan bahwa industri pembiayaan memegang peranan krusial dalam menyokong inklusi keuangan nasional dan menggerakkan roda ekonomi riil secara masif.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, akumulasi penyaluran pembiayaan multiguna tumbuh sebesar 1,32% secara tahunan menjadi Rp 258,45 triliun, atau menguasai porsi mayoritas sebesar 50,27% dari total piutang industri.
Dari total pembiayaan baru pada Maret 2026 yang menyentuh Rp 43,15 triliun, porsi segmen pembiayaan multiguna berkontribusi dominan sebanyak 48,55%. Sementara itu, pembiayaan modal kerja naik 6,15% ke angka Rp 54,87 triliun, dan sektor UMKM menyerap dana Rp 160,60 triliun.
Peneliti Center of Macroeconomics and Finance INDEF, Riza Annisa, menilai kehadiran lembaga pembiayaan ini krusial bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan perbankan konvensional (unbanked).
"Dukungan pembiayaan mampu memperkuat perekonomian nasional karena membantu UMKM berkembang dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Tapi dia seperti dua sisi mata uang, di satu sisi memudahkan di sisi lain harus diikuti literasi yang baik," ujarnya.