PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi mengantongi pengesahan pendirian hukum pada 19 May 2026. Anak usaha BPI Danantara ini diproyeksikan menjadi lembaga superholding yang mengelola komoditas ekspor nasional.
Seperti diberitakan oleh Suara, badan hukum baru ini langsung menempatkan figur profesional internasional untuk memimpin operasional strategis perusahaan. Dokumen resmi mengonfirmasi penunjukan tersebut.
Luke Thomas Mahony, seorang profesional berkewarganegaraan Australia yang kini menetap di Jakarta, dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Langkah penunjukan Luke Mahony dinilai sangat strategis bagi masa depan DSI. Perusahaan ini memegang peran vital sebagai badan pengawas sekaligus agregator perdagangan komoditas ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia.
Penguasaan teknis serta rekam jejak global Luke Mahony di industri ekstraktif menjadi modal utama. Pengalaman tersebut diharapkan mampu mengawal tata kelola komoditas nasional secara optimal.
Untuk mengimbangi jajaran manajemen, posisi Komisaris diserahkan kepada Harold Jonathan Dharma TJ. Ia merupakan bankir investasi senior yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur di PT Mandiri Sekuritas.
Luke Mahony merupakan lulusan dari University of New South Wales (UNSW). Berdasarkan data di akun LinkedIn miliknya, jalur pendidikan yang ia tempuh sangat linear dan komprehensif di bidang industri berat.
Ia sukses meraih gelar sarjana (Bachelor) di bidang Teknik Pertambangan (Mining Engineering) pada tahun 2002. Pendidikan pascasarjana kemudian dilanjutkan secara beruntun di universitas yang sama hingga meraih tiga gelar Master.
Gelar pascasarjana tersebut meliputi Master di bidang Keuangan yang diselesaikan pada 2004. Selanjutnya, ia meraih Master bidang Teknik Pertambangan pada 2006 dan Master bidang Geomekanika pada 2009.
Rekam Jejak Karier Global
Perjalanan profesional Luke Mahony dimulai dari posisi bawah sebagai Shift Engineer di perusahaan konstruksi Baulderstone Hornibrook periode 2003ÔÇô2004. Ia lalu berpindah ke industri batubara.
Pada industri tersebut, ia bekerja sebagai Business Development Analyst sekaligus Mining Engineer di Xstrata Coal hingga Juni 2005. Potensi besarnya mulai terasah saat bergabung dengan raksasa pertambangan dunia, BHP Billiton.
Luke Mahony menghabiskan waktu hampir satu dekade di BHP Billiton dengan menduduki berbagai posisi manajerial penting secara bertahap sejak 2005 hingga 2014.
Posisi tersebut meliputi Geotechnical/Mining Engineer, Longwall Projects Coordinator, Superintendent Prestrip, Principal Business Analyst, Manager Reporting, serta Manager Production Projects & Prestrip.
Ekspansi Kepemimpinan dan Transisi ke Danantara
Puncak karier internasional Luke Mahony semakin kokoh saat ia berlabuh di Vale, korporasi tambang multinasional terkemuka. Ia dipercaya memegang kendali atas divisi teknologi, manajemen risiko bendungan tailing, hingga perencanaan jangka panjang grup global.
Jabatan mentereng yang pernah diembannya antara lain Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology (2019ÔÇô2021). Jabatan tersebut berlanjut sebagai Global Head of Technology & Innovation hingga Desember 2022.
Setelah itu, ia mendapatkan promosi menjadi Chief Technical Officer dan Technical Director di Vale Base Metals yang berbasis di luar negeri. Luke Mahony kemudian masuk ke jajaran direksi PT Vale Indonesia Tbk sebagai Chief Strategy and Technical Officer pada Juli 2024.
Perjalanannya di emiten nikel tersebut berakhir setelah ia mengajukan pengunduran diri resmi pada 25 Juli 2025. Sejak September 2025, ia ditarik menjadi bagian dari induk kelembagaan sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia.