Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menyediakan dukungan finansial komprehensif bagi mahasiswa S2 dan S3. Salah satu komponen utama yang diberikan adalah dana hidup bulanan atau Living Allowance.
Dikutip dari Suara, dana ini dirancang agar penerima beasiswa dapat fokus sepenuhnya pada studi tanpa terbebani kebutuhan dasar sehari-hari. Besaran yang diterima bervariasi tergantung pada lokasi universitas tempat mahasiswa menempuh pendidikan.
Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas dalam negeri, bantuan diberikan secara sekaligus setiap bulan. Nominal ini disesuaikan dengan standar biaya hidup di wilayah masing-masing lokasi studi.
Penerima beasiswa di wilayah Jabodetabek dan Surabaya mendapatkan dana sebesar Rp5.000.000 setiap bulan. Sementara itu, mahasiswa yang kuliah di kota-kota lain di Indonesia menerima bantuan senilai Rp4.500.000 per bulan.
Uang tersebut mencakup kebutuhan rutin seperti biaya sewa tempat tinggal, konsumsi harian, transportasi lokal, serta akses internet. Durasi pemberian dana ini mengikuti masa studi resmi, yakni maksimal 24 bulan untuk jenjang S2 dan 48 bulan bagi jenjang S3.
Rincian Biaya Hidup di Luar Negeri
Living allowance untuk mahasiswa di luar negeri memiliki skema yang lebih kompleks karena mengikuti indeks biaya hidup negara tujuan. LPDP membagi kategori besaran dana berdasarkan tingkat biaya di kota-kota besar maupun wilayah lainnya.
| Negara Tujuan | Mata Wang | Estimasi Rupiah |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | USD 2.000 ÔÇô 2.600 | Rp33.000.000 ÔÇô Rp43.000.000 |
| Australia | AUD 2.500 ÔÇô 2.800 | Rp26.000.000 ÔÇô Rp29.000.000 |
| Inggris | GBP 1.500 ÔÇô 1.900 | Rp30.000.000 ÔÇô Rp38.000.000 |
| Belanda | EUR 1.500 | Rp25.500.000 |
| Jepang | JPY 170.000 ÔÇô 195.000 | Rp17.000.000 ÔÇô Rp19.500.000 |
| Afrika Selatan | USD 920 | Rp15.000.000 |
| Malaysia | MYR 2.700 | Rp8.900.000 |
Khusus bagi mahasiswa jenjang S3 yang membawa keluarga, pemerintah menyediakan tunjangan keluarga tambahan. Besaran tunjangan ini maksimal 25 persen dari dana hidup bulanan untuk paling banyak dua orang tanggungan.
Faktor Perbedaan dan Pengelolaan Dana
Perbedaan signifikan antara nominal dalam dan luar negeri didasari oleh tingginya biaya sewa properti serta harga pangan di negara maju. Mahasiswa di luar negeri juga menghadapi tantangan fluktuasi kurs mata uang dan inflasi tahunan.
Fleksibilitas pengelolaan uang menjadi kunci bagi para mahasiswa untuk bertahan selama masa studi. Banyak penerima beasiswa memilih memasak sendiri atau berbagi hunian dengan mahasiswa lain demi menekan pengeluaran rutin.
Banyak mahasiswa menilai dana yang diberikan mencukupi kebutuhan jika dikelola dengan gaya hidup hemat. Di dalam negeri, sisa dana hidup terkadang masih dapat digunakan untuk keperluan tabungan atau membantu ekonomi keluarga.