Hasil imbang Manchester City melawan Everton pada Selasa (5/5/2026) dini hari WIB memberikan keuntungan bagi Arsenal dalam persaingan gelar juara Liga Inggris. Kondisi tersebut memicu rasa bahagia pada pendukung Arsenal yang ternyata berdampak positif bagi kesehatan tubuh mereka.
Skor 3-3 di Hill Dickinson Stadium memastikan Arsenal memegang kendali penuh atas nasib mereka di puncak klasemen. Melansir laporan Detik Health, perasaan senang yang dialami para suporter tidak hanya memengaruhi suasana hati di tempat kerja, tetapi juga memicu berbagai perbaikan fungsi fisiologis tubuh secara tidak langsung.
Peningkatan hormon kebahagiaan menjadi salah satu efek utama saat seseorang merasa senang. Tubuh secara otomatis menekan produksi hormon stres seperti kortisol dan menggantinya dengan peningkatan hormon endorfin serta dopamin yang membuat perasaan menjadi lebih tenang.
Proses kimiawi ini berperan penting dalam membantu tubuh menjadi lebih rileks. Dampak jangka panjangnya adalah penurunan risiko gangguan mental, termasuk kecemasan dan depresi yang sering kali mengintai individu dengan tingkat stres tinggi.
Selain kesehatan mental, rasa bahagia juga memengaruhi kelancaran sistem pencernaan manusia melalui kerja sistem saraf otonom. Sistem ini mengontrol fungsi tubuh yang tidak disadari seperti pernapasan, pelebaran pupil, hingga proses pengolahan makanan di usus.
Rangsangan emosional positif dapat memengaruhi otot polos pada dinding organ pencernaan seperti lambung dan usus. Hal tersebut berdampak pada optimalnya aliran darah dan pergerakan makanan yang lebih lancar di dalam saluran pencernaan, sehingga membantu rutinitas buang air besar.
Penelitian tahun 2020 menunjukkan adanya korelasi kuat antara kesejahteraan subjektif dengan berbagai manfaat kesehatan fisik yang nyata. Data dari Everyday Health mencatat bahwa rasa bahagia mendukung fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik serta meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Beberapa manfaat lain yang ditemukan meliputi umur yang lebih panjang dan proses pemulihan yang lebih cepat dari cedera atau penyakit. Perasaan positif juga terbukti mampu mengurangi rasa sakit, meningkatkan kualitas tidur, serta memperlambat perkembangan penyakit tertentu dalam tubuh.
"Does Happiness Improve Health? Evidence From a Randomized Controlled Trial" tulis judul studi yang diterbitkan pada tahun 2020 tersebut.
Penelitian ini memperkuat bukti bahwa tingkat kebahagiaan yang dialami seseorang, termasuk akibat keberhasilan tim olahraga idola, berkontribusi langsung pada penurunan tingkat stres kronis.