Puluhan sekolah kedinasan membuka kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK untuk menempuh pendidikan gratis tanpa mewajibkan nilai UTBK sebagai syarat pendaftaran. Jalur ini menjadi alternatif bagi calon peserta yang tidak mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) namun ingin menjadi aparatur sipil negara.
Dikutip dari Info, kebijakan mengenai penggunaan nilai UTBK dalam seleksi masuk tidak berlaku di seluruh instansi pemerintah. Beberapa sekolah kedinasan lebih mengandalkan hasil seleksi administrasi dan Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk menyaring calon mahasiswa atau taruna baru.
Meskipun tidak mensyaratkan nilai UTBK, proses seleksi di sekolah kedinasan tetap berjalan dengan standar yang kompetitif. Instansi terkait menerapkan berbagai tahapan pengujian untuk memastikan kualitas calon peserta sesuai dengan kebutuhan masing-masing lembaga.
Tahapan umum yang harus dilalui meliputi seleksi administrasi, tes SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT), serta tes kesehatan dan kebugaran. Selain itu, calon peserta biasanya akan menghadapi psikotes dan wawancara sebagai bagian dari penilaian akhir.
Daftar Instansi dan Sekolah Kedinasan
Terdapat sejumlah instansi yang menaungi sekolah kedinasan dengan jalur masuk tanpa nilai UTBK. Kementerian Perhubungan menjadi salah satu lembaga dengan jumlah sekolah terbanyak, mulai dari matra darat, laut, hingga udara.
Beberapa sekolah di bawah naungan Kementerian Perhubungan antara lain Politeknik Transportasi Darat Indonesia, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Selain itu, terdapat pula Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal serta Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.
Instansi lain yang juga membuka peluang serupa adalah Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Politeknik Statistika STIS dan Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Kementerian Dalam Negeri juga menyediakan jalur melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Daftar ini berlanjut dengan Politeknik Pengayoman Indonesia di bawah Kementerian Hukum dan HAM, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Politeknik Keuangan Negara STAN dari Kementerian Keuangan. Total sekolah yang tersedia mencapai puluhan lembaga dengan berbagai spesialisasi.
Manfaat Menempuh Pendidikan Kedinasan
Menempuh pendidikan di sekolah kedinasan menawarkan kepastian karier yang menjanjikan di instansi pemerintah. Seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh negara, sehingga meringankan beban finansial mahasiswa.
Lulusan dari lembaga-lembaga ini akan menjalani ikatan dinas dan memiliki peluang besar untuk langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini membuat sekolah kedinasan tetap menjadi primadona bagi lulusan sekolah menengah setiap tahunnya.
Bagi calon peserta yang menargetkan seleksi tahun 2026, persiapan fisik dan akademik perlu dilakukan sejak dini. Hal ini mencakup pengumpulan dokumen administrasi, latihan soal SKD, hingga menjaga kondisi kebugaran tubuh agar sesuai dengan standar instansi yang dituju.