Sejumlah pengusaha ternama Indonesia turut serta mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Prancis. Kehadiran para konglomerat ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Kunjungan ini menandai kali ketiga Presiden menghadiri Forum CEO Indonesia-Prancis bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Agenda ini menjadi momentum penting bagi sektor bisnis nasional untuk menjajaki peluang di pasar internasional.
Daftar Pengusaha yang Mendampingi Presiden
Beberapa nama besar dari dunia usaha terlihat hadir dalam rombongan kepresidenan selama lawatan tersebut. Para pemimpin perusahaan ini mewakili berbagai sektor industri strategis di Indonesia.
Daftar tokoh bisnis yang ikut serta dalam kunjungan ke Prancis:
- Anindya Bakrie
- James Riady
- Garibaldi 'Boy' Thohir
- Tony Wenas
- Rosan Roeslani
Kehadiran mereka menegaskan dukungan sektor swasta terhadap upaya pemerintah dalam memperluas jejaring investasi global. Kerja sama ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Pembentukan Dewan Bisnis Strategis
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi diluncurkan France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC). Lembaga ini merupakan hasil kolaborasi antara Kadin Indonesia dan MEDEF International.
Melalui unggahan di media sosial resminya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa dewan bisnis ini berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat perdagangan dan memfasilitasi investasi. Selain itu, FI-HLBC akan mengidentifikasi peluang kerja sama jangka panjang pada sektor-sektor prioritas.
Target ambisius telah ditetapkan, yakni peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 mendatang. Dewan ini akan memastikan realisasi nota kesepahaman berjalan optimal guna memperkuat koridor ekonomi Indonesia-Prancis.
Prospek Kerja Sama dan Hubungan Bilateral
Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis saat ini sedang berada dalam fase terbaiknya. Kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin memperkokoh kemitraan strategis yang sudah terjalin.
Menurut Anindya, kedua negara memiliki kesamaan pandangan di berbagai forum internasional. Kerja sama yang sudah ada mencakup bidang pertahanan, sains dan teknologi, hingga pendidikan.
Fokus utama kerja sama ekonomi Indonesia dan Prancis:
| Aspek Kerja Sama | Target dan Harapan |
|---|---|
| Volume Perdagangan | Meningkat tiga kali lipat pada tahun 2035 |
| Investasi | Pertumbuhan pesat di berbagai sektor industri |
| Tenaga Kerja | Pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat |
| Kualitas SDM | Peningkatan kompetensi melalui kolaborasi pendidikan |
Data di atas menunjukkan komitmen kedua negara dalam menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan secara berkelanjutan. Fokus utama tidak hanya pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat luas.
Ke depannya, hasil dari pertemuan ini diharapkan segera mewujud dalam aksi nyata yang konkret di berbagai bidang. Sinergi antara pemerintah dan pengusaha menjadi kunci utama untuk membawa kemajuan bagi ekonomi Indonesia di kancah global.