Daftar 30 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Ada dari Asia?

Daftar 30 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Ada dari Asia?
Foto: Daftar 30 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Ada dari Asia?. (Illustration by Pexels)

GuruWalk, sebuah platform internasional yang berfokus pada layanan tur jalan kaki, baru saja merilis daftar "Best 100 Walking Cities 2026". Laporan ini merinci kota-kota di seluruh dunia yang dianggap paling ramah bagi para pejalan kaki.

Melansir laporan Forbes, pemeringkatan ini disusun berdasarkan analisis mendalam terhadap lebih dari 467 ribu ulasan wisatawan terverifikasi. Data tersebut dikumpulkan dari sekitar 3.600 layanan tur yang tersebar di lebih dari 800 kota secara global.

Penilaian akhir dilakukan dengan menggabungkan dua indikator utama yang sangat krusial. Volume kedatangan wisatawan menyumbang porsi 65 persen, sementara tingkat kepuasan pengunjung memberikan bobot 35 persen dalam penilaian.

Laporan mengenai kemudahan berjalan kaki ini memang selalu menjadi perhatian besar bagi komunitas pelancong dunia. Sebelumnya, Florence pernah menduduki posisi puncak, disusul oleh kota-kota besar seperti Riga, Hamburg, Porto, dan Madrid.

Roma Berada di Puncak Daftar Tahun 2026

Untuk tahun 2026, Roma berhasil mengamankan posisi pertama sebagai kota yang paling nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Kota di Italia ini menawarkan sejarah panjang hampir 2.800 tahun yang tersaji di setiap sudut jalan berbatu dan lorong kunonya.

Menurut GuruWalk, para wisatawan dapat menjangkau destinasi ikonik seperti Colosseum, Pantheon, hingga Kota Vatikan hanya dengan berjalan kaki. Kedekatan lokasi-lokasi bersejarah ini menjadi nilai tambah yang sangat signifikan bagi para pengunjung.

"Setiap langkah kaki akan membawa Anda melintasi jejak kekaisaran, pengaruh para paus, hingga kemegahan zaman Renaisans," tulis editor laporan tersebut dalam keterangannya.

Tahun 2026 menjadi periode yang istimewa bagi Roma dengan munculnya berbagai acara baru, atraksi segar, dan hotel mewah. Salah satu yang mencolok adalah kehadiran Anantara Palazzo Naiadi yang merupakan transformasi istana marmer menjadi penginapan mewah.

Hotel yang berlokasi di Piazza della Repubblica ini baru saja menyelenggarakan ajang otomotif kelas dunia bertajuk Anantara Concorso Roma. Kehadiran fasilitas modern seperti ini semakin menarik minat wisatawan global untuk berkunjung ke "Kota Abadi" tersebut.

Dominasi Benua Eropa dalam Peringkat Global

Kota-kota di Eropa terus menunjukkan dominasinya dengan memborong semua posisi dalam daftar 10 besar dunia. Hal ini berkat kawasan bersejarah yang terpelihara, transportasi publik yang terintegrasi, serta lingkungan yang ramah bagi warga maupun turis.

Spanyol tampil sangat kuat dengan mengirimkan total 18 kota ke dalam jajaran 100 besar dunia. Beberapa di antaranya meliputi Madrid di posisi kedua, Barcelona di peringkat kedelapan, serta Seville yang menduduki urutan ke-12.

Prancis juga menunjukkan taringnya dengan menempatkan tujuh kota dalam daftar bergengsi tersebut. Paris memimpin di urutan ke-11, diikuti oleh kota-kota lain seperti Marseille, Toulouse, Lyon, hingga Strasbourg dan Nice.

Sementara itu, Italia menempatkan lima kotanya di jajaran 100 besar, termasuk Florence, Naples, dan Milan. Namun, terjadi kejutan besar pada peringkat Venesia yang merosot tajam ke posisi 91 tahun ini.

Penurunan peringkat Venesia disebabkan oleh masalah overtourism atau pariwisata berlebihan yang terus menjadi perhatian serius. Kondisi ini membuat pengalaman berjalan kaki di kota kanal tersebut dianggap semakin kurang nyaman bagi wisatawan.

Pergeseran Tren di Asia dan Amerika Latin

Laporan terbaru ini juga menyoroti adanya pergeseran pola perjalanan global, terutama di wilayah Asia. Tokyo tercatat sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat, melompat 16 peringkat menuju posisi ke-20 dunia.

Selain Tokyo, beberapa kota di Asia lainnya juga mendapatkan apresiasi tinggi dalam hal keramahan bagi pejalan kaki. Kota-kota tersebut antara lain adalah Kyoto di Jepang, serta dua kota besar di Vietnam yakni Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Kawasan Amerika Latin pun menunjukkan tren positif yang dipimpin oleh Santiago, Chili, yang melonjak hingga 23 peringkat. Lonjakan ini membawa Santiago menempati posisi ke-25 dalam daftar kota paling ramah pejalan kaki global.

Negara-negara Amerika Latin lainnya yang masuk dalam daftar prestisius ini adalah Medellín di Kolombia, Mexico City, dan Buenos Aires. Peningkatan infrastruktur kota di wilayah ini mulai membuahkan hasil dalam menarik minat wisatawan dunia.

Di Amerika Serikat, New York City menjadi satu-satunya kota yang berhasil masuk dan terus menanjak peringkatnya. Dari posisi ke-53 pada tahun 2024, New York melesat ke peringkat 33 pada 2025, hingga akhirnya mencapai posisi 23 di tahun 2026.

Berikut adalah daftar 30 besar kota paling ramah pejalan kaki di dunia tahun 2026 berdasarkan data GuruWalk:
Peringkat Nama Kota dan Negara
1 - 5 Roma (Italia), Madrid (Spanyol), Budapest (Hongaria), Praha (Republik Ceko), Lisbon (Portugal)
6 - 10 Amsterdam (Belanda), Porto (Portugal), Barcelona (Spanyol), London (Britania Raya), Berlin (Jerman)
11 - 15 Paris (Prancis), Seville (Spanyol), Istanbul (Turki), Krakow (Polandia), Florence (Italia)
16 - 20 Wina (Austria), Toledo (Spanyol), Dublin (Irlandia), Dubrovnik (Kroasia), Tokyo (Jepang)
21 - 25 Split (Kroasia), Santiago de Compostela (Spanyol), New York City (AS), Bucharest (Romania), Santiago (Chile)
26 - 30 Malaga (Spanyol), Granada (Spanyol), Brussels (Belgia), Bruges (Belgia), Ljubljana (Slovenia)

Tabel di atas merangkum 30 destinasi utama dunia yang menawarkan pengalaman eksplorasi terbaik dengan berjalan kaki bagi para pelancong. Mayoritas kota yang terpilih memiliki infrastruktur trotoar yang luas dan akses mudah ke situs-situs bersejarah.

Daftar ini menjadi panduan penting bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota secara lebih intim tanpa bergantung pada kendaraan bermotor. Dengan berjalan kaki, turis dapat merasakan denyut kehidupan lokal secara lebih mendalam dan personal.

Artikel terkait

Rekomendasi