Indonesia ternyata menduduki peringkat yang cukup tinggi dalam daftar negara dengan penduduk yang paling jarang melakukan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data terbaru dari Pew Research Center, mayoritas masyarakat Indonesia diketahui belum pernah sekalipun melintasi perbatasan negara.
Survei yang dilakukan di 24 negara ini menunjukkan bahwa sekitar 92 persen responden di Indonesia mengaku belum pernah meninggalkan tanah air. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua secara global, tepat di bawah India.
Daftar Negara dengan Mobilitas Internasional Terendah
India memimpin daftar ini dengan persentase mencapai 95 persen warga yang belum pernah bepergian ke luar negeri. Posisi Indonesia diikuti oleh Nigeria yang mencatat angka 90 persen dan Brasil sebesar 87 persen.
Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa seperti Swedia dan Belanda. Di kedua negara tersebut, tercatat kurang dari 1 persen warganya yang belum pernah merasakan pengalaman bepergian lintas negara.
Berikut adalah daftar negara dengan persentase penduduk tertinggi yang belum pernah ke luar negeri:
- India: 95%
- Indonesia: 92%
- Nigeria: 90%
- Brasil: 87%
- Meksiko: 79%
- Afrika Selatan: 77%
- Kenya: 72%
- Argentina: 64%
- Jepang: 34%
- Polandia: 32%
- Amerika Serikat: 23%
Data di atas memperlihatkan kesenjangan mobilitas yang cukup besar antara negara berkembang dan negara maju. Jepang dan Amerika Serikat misalnya, memiliki tingkat mobilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara atau Afrika.
Faktor yang Memengaruhi Kebiasaan Bepergian
Pew Research Center mengungkapkan bahwa tingkat pendapatan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi mobilitas internasional. Bagi banyak orang di negara berkembang, perjalanan ke mancanegara masih dianggap sebagai beban finansial yang besar.
Selain faktor ekonomi, kekuatan paspor dan kemudahan akses visa juga memegang peranan penting. Infrastruktur transportasi serta letak geografis suatu negara turut menentukan seberapa sering warganya berwisata ke luar negeri.
Ringkasan perbandingan mobilitas internasional antar negara:
| Kategori Negara | Persentase Belum ke Luar Negeri | Karakteristik Umum |
|---|---|---|
| Negara Berkembang (India, Indonesia) | Di atas 90% | Biaya tinggi dan keterbatasan akses paspor. |
| Negara Menengah (Meksiko, Kenya) | 70% - 80% | Aspirasi wisata tinggi namun terkendala biaya. |
| Negara Maju (Jepang, AS, Polandia) | 20% - 35% | Mobilitas tinggi dan daya beli lebih kuat. |
| Eropa Utara (Swedia, Belanda) | Kurang dari 1% | Akses antarnegara sangat terbuka dan mudah. |
Tabel ini menyimpulkan bahwa faktor ekonomi dan kemudahan akses birokrasi sangat menentukan frekuensi masyarakat dalam mengunjungi negara lain. Di banyak negara berkembang, perjalanan internasional belum menjadi aktivitas rutin dalam kehidupan masyarakatnya.
Minat Wisata vs Kemampuan Finansial
Laporan tersebut juga menyoroti adanya perbedaan antara keinginan untuk melihat dunia dan kemampuan nyata untuk mewujudkannya. Di Kenya, sekitar 81 persen warga memiliki impian besar untuk pergi ke luar negeri jika ada kesempatan.
Namun, fenomena unik terjadi di Indonesia di mana sekitar 27 persen warga yang belum pernah ke luar negeri mengaku memang tidak tertarik bepergian. Meski ada kesempatan, kelompok ini lebih memilih untuk tetap berada di dalam negeri dibandingkan mengunjungi negara lain.
Persentase ketidaktertarikan warga Indonesia ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan Brasil yang berada di angka 24 persen. Namun, angka ini masih sedikit lebih rendah daripada India yang mencatat 29 persen warga yang tidak berminat berwisata internasional.