CMNP Berencana Gelar Rights Issue 2,23 Miliar Saham

CMNP Berencana Gelar Rights Issue 2,23 Miliar Saham
Foto: Ilustrasi CMNP Berencana Gelar Rights Issue 2,23 Miliar Saham.

Struktur permodalan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) bersiap diperkuat melalui aksi korporasi di pasar modal. Dilansir dari Investortrust, emiten pengelola jalan tol yang dikendalikan oleh Jusuf Hamka ini berencana menerbitkan saham baru.

Perusahaan bakal menggelar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue III sebanyak 2,23 miliar saham. Nilai nominal saham baru yang akan diterbitkan tersebut dipatok sebesar Rp 500 per saham.

Langkah penambahan modal ini memiliki konsekuensi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi hak mereka. Manajemen CMNP menyampaikan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue III ini serta setelah seluruh waran dilaksanakan, berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham hingga maksimum 25%.

Seluruh dana segar yang didapatkan dari aksi korporasi ini bakal dialokasikan penuh untuk memperkuat aspek finansial operasional. Dana tersebut akan digunakan sebagai tambahan modal untuk pengembangan usaha.

Skema penyaluran dana akan dilakukan melalui dua cara mekanis ke sektor riil. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk setoran modal atau pinjaman kepada anak usaha untuk pengembangan jalan tol Ir. Wiyoto-Wiyono, MS dan pembangunan proyek jalan tol ruas Depok-Antasari Seksi 3-4.

Keputusan final mengenai aksi korporasi ini akan ditentukan dalam waktu dekat melalui mekanisme pengambilan keputusan resmi perusahaan. CMNP akan mengajukan persetujuan rencana rights issue ini kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 26 Mei 2026.

Pihak manajemen optimistis langkah ini akan membawa dampak positif bagi fundamental jangka panjang perseroan. Manajemen CMNP menyatakan, aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan guna mendukung pengembangan investasi jalan tol dan fasilitas pendukungnya.

Selain memperkokoh modal, keputusan ini juga diproyeksikan berdampak pada pergerakan saham perusahaan di lantai bursa. Dalam jangka panjang, langkah ini juga diyakini akan menunjang keberlangsungan usaha perusahaan. Rights issue ini juga akan meningkatkan jumlah saham beredar CMNP di bursa efek, sehingga likuiditas meningkat.

Dari aspek finansial, emiten ini mencatatkan performa pertumbuhan yang signifikan pada pos pendapatan, meski diikuti dinamika pada sektor keuntungan bersih. Dari sisi kinerja, CMNP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,80 triliun pada tahun lalu, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,10 triliun.

Meskipun pendapatan mengalami kenaikan yang cukup besar, keuntungan dari sektor usaha justru mengalami sedikit penyusutan. Laba usaha tercatat turun dari Rp 1,71 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.

Kondisi penurunan ini juga berimbas pada perolehan keuntungan bersih perusahaan yang didistribusikan per saham. Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 934,36 micro, miliar, dibandingkan periode sebelumnya Rp 971,63 miliar. Adapun laba per saham mengalami perubahan dari Rp 175 menjadi Rp 169 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi