Jerawat hormonal merupakan jenis jerawat yang muncul akibat perubahan hormon dalam tubuh dan bisa dialami oleh siapa saja dari berbagai usia. Berikut adalah 5 ciri-ciri jerawat hormonal yang perlu kamu ketahui agar tidak salah dalam melakukan penanganan.
- Muncul di usia tertentu ÔÇö Kemunculan jerawat ini kerap dikaitkan dengan masa pubertas, namun juga bisa muncul pada usia 20 hingga 50 tahun akibat fase kehamilan, menyusui, hingga menopause.
- Muncul di dagu dan rahang ÔÇö Area dagu dan rahang memiliki kelenjar minyak yang lebih sensitif terhadap hormon androgen sehingga produksi minyak meningkat dan menyumbat pori-pori.
- Muncul karena dipicu oleh beberapa jenis hormon ÔÇö Fluktuasi hormon androgen yang tidak seimbang dengan hormon estrogen saat menstruasi atau kehamilan memicu peningkatan sebum penyebab jerawat.
- Tak hanya dialami oleh wanita saja ÔÇö Pria juga bisa mengalami jerawat hormonal akibat fluktuasi hormon androgen yang dipicu oleh faktor stres, pola makan, hingga keturunan.
- Jerawat hormonal bisa dicegah ÔÇö Kondisi kulit ini dapat dihindari dengan cara mengelola stres dengan baik, menjaga pola tidur, serta menggunakan produk perawatan kulit yang bersifat non-comedogenic.
Memahami ciri-ciri jerawat hormonal penting agar penanganannya tepat. Perawatan tidak hanya berfokus pada skincare yang kamu gunakan, tetapi juga perlu memperhatikan keseimbangan hormon, pola makan, hingga pengelolaan stres yang baik.