PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life melakukan diversifikasi segmen nasabah guna mengantisipasi perlambatan pertumbuhan outstanding Kredit Pemilikan Rumah atau KPR perbankan pada Maret 2026. Langkah strategis ini diambil untuk meminimalkan tekanan terhadap kinerja industri asuransi jiwa kredit.
Data Bank Indonesia yang dilansir dari Keuangan menunjukkan pertumbuhan outstanding KPR melambat menjadi 4,5 persen secara tahunan pada Maret 2026, setelah pada bulan sebelumnya mencapai 5 persen. Penurunan performa tersebut diduga terjadi akibat berkurangnya jumlah serta nilai penyaluran KPR baru oleh industri perbankan.
President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso menjelaskan bahwa perusahaan tidak lagi bertumpu pada satu sektor pembiayaan saja demi menjaga stabilitas bisnis.
ÔÇ£Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada segmen nasabah asuransi jiwa kredit yang berasal dari KPR, tetapi kami juga masuk ke segmen kredit-kredit lainnya, seperti kredit kendaraan bermotor, kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi simpan-pinjam dan sebagainya,ÔÇØ ujar Hengky Djojosantoso kepada Kontan pada Senin, 18 Mei 2026.
Manajemen perusahaan kini terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra usaha, baik lembaga perbankan maupun nonbank. Upaya memperkuat sinergi ini bertujuan memastikan produk perlindungan yang ditawarkan tetap relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Melalui strategi perluasan pasar tersebut, pendapatan premi Ciputra Life dari lini asuransi jiwa kredit berhasil membukukan angka Rp 119,6 miliar hingga Maret 2026. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 18 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp 101,4 miliar.
Peningkatan penyaluran kredit pada mitra pembiayaan secara langsung ikut menaikkan volume nasabah sekaligus memicu lonjakan klaim. Nilai pembayaran klaim asuransi jiwa kredit perusahaan tercatat mencapai Rp 21,8 miliar per Maret 2026, atau naik 23 persen dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,6 miliar.