China Pangkas Impor Batubara dan Siapkan Skenario Pasar Baru

China Pangkas Impor Batubara dan Siapkan Skenario Pasar Baru
Foto: Ilustrasi China Pangkas Impor Batubara dan Siapkan Skenario Pasar Baru.

Volume impor batubara China mengalami penurunan signifikan sebesar 14 persen secara tahunan pada April 2026 menjadi 33,1 juta metrik ton. Sepanjang tahun 2026 berjalan, total pasokan yang masuk ke negara tersebut menyusut 2,1 persen menjadi 149,4 metrik ton.

Kebijakan pemangkasan ini berdampak langsung pada para negara pemasok utama. Dilansir dari Internasional, pengiriman batubara dari Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tersebut tercatat mengalami penurunan sebesar 22 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 11,12 juta ton.

Secara kumulatif dari Januari hingga April tahun ini, pengiriman komoditas serupa dari bumi nusantara merosot 8 persen. Kendati demikian, Indonesia terpantau masih mempertahankan posisi unggulnya atas negara kompetitor seperti Mongolia.

Akumulasi pengiriman dari Indonesia sukses menyentuh angka 61,43 juta ton. Di sisi lain, pengiriman dari Mongolia baru mencapai 39,37 juta ton, walaupun angka tersebut merepresentasikan lonjakan sebesar 61 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Platform analitik maritim Signal Ocean memberikan penjelasan mengenai dinamika pasar komoditas ini lewat riset terbarunya.

"Produksi domestik yang lebih tinggi dan harga batubara lokal yang lebih rendah telah mengurangi daya saing kargo impor dengan nilai kalori rendah dari Indonesia di pasar pesisir China," kata platform analitik maritim Signal Ocean dalam risetnya.

Kondisi perdagangan ke depan diproyeksikan masih akan menghadapi volatilitas lanjutan. Faktor pemicunya adalah langkah strategis dari Pemerintah Indonesia yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (20/5/2026) lalu.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan rencana besar untuk memusatkan aktivitas ekspor batubara serta komoditas unggulan lain, termasuk minyak sawit, di bawah kendali perusahaan milik negara. Langkah ini diambil demi menegaskan kontrol yang lebih kuat dalam mekanisme penetapan harga di pasar internasional.

Kebijakan mendadak tersebut sempat mengejutkan para pelaku pasar dan investor global. Di sisi lain, tren penurunan penyerapan komoditas oleh China juga dirasakan oleh negara eksportir lain seperti Rusia dan Australia.

Pasokan batubara asal Rusia ke China merosot hingga 30 persen pada bulan April. Pada periode yang sama, volume pengiriman dari Australia selaku pemasok nomor empat juga terkoreksi tajam sebesar 39 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi