Pemerintah China mengonfirmasi kesepakatan pembelian 200 unit pesawat Boeing beserta mesin dan suku cadangnya dari Amerika Serikat pada Rabu (20/5/2026). Langkah strategis di sektor penerbangan ini diambil oleh Beijing sebagai upaya meredakan ketegangan perdagangan dengan Washington yang telah berlangsung hampir satu dekade.
Pernyataan resmi mengenai volume transaksi tersebut dilansir dari Money melalui laporan CNBC. Pembelian berskala besar ini menjadi salah satu hasil nyata dari pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada pekan sebelumnya.
Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa perluasan kerja sama ini didasarkan pada komitmen bersama kedua kepala negara. Sektor transportasi udara dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
"Sejalan dengan konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin China dan AS, industri penerbangan China akan memperkenalkan 200 pesawat Boeing berdasarkan prinsip komersial dan kebutuhan pengembangan transportasi udara," ujar Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya.
Kesepakatan ini mengakhiri masa pembekuan penjualan pesawat komersial Boeing ke Negeri Tirai Bambu sejak dimulainya perang dagang pada tahun 2017. Hubungan tersebut sempat memburuk setelah larangan terbang operasional Boeing 737 Max diberlakukan menyusul insiden kecelakaan fatal pada tahun 2019.
Meskipun jumlah 200 armada ini berada di bawah perkiraan awal para analis sebesar 500 unit, pelaku pasar tetap menaruh perhatian besar. Pemerintah Negara Bagian Washington melihat adanya potensi tambahan pesanan dari berbagai maskapai China di masa depan karena panjangnya daftar tunggu produksi.
"Boeing memiliki permintaan yang sangat besar dan daftar tunggu yang cukup panjang. Jadi menurut saya sangat masuk akal apabila akan ada lebih banyak pesanan di masa mendatang," kata Assistant Director Office of Economic Development and Competitiveness Washington State Department of Commerce Andrea Chartock.
Dukungan penuh diberikan oleh pemerintah daerah setempat mengingat Boeing memiliki basis ekosistem industri yang masif. Sektor ini menopang banyak unit usaha turunan mulai dari pemasok komponen luar angkasa hingga teknologi satelit.
"Kami sangat senang mendengar pengumuman ini," ujar Chartock.
Hingga saat ini, pihak korporasi Boeing belum merilis tanggapan resmi mengenai detail lini pesawat yang dipesan. Selain urusan kedirgantaraan, delegasi kedua negara juga intensif membahas pengurangan tarif timbal balik senilai 30 miliar dollar AS serta perpanjangan gencatan perang dagang yang dijadwalkan berakhir pada November mendatang.