Chery Group Indonesia memastikan masih berupaya menjaga stabilitas harga jual produknya di pasar nasional demi mengantisipasi tekanan biaya produksi dan impor yang semakin membesar akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Langkah mempertahankan harga tersebut diambil di tengah situasi pasar otomotif yang menantang dan sensitif terhadap harga, seperti dilansir dari Otomotif. Fluktuasi kurs menjadi faktor krusial bagi industri ini mengingat sebagian besar material produksi, komponen kendaraan, hingga teknologi elektrifikasi masih bergantung pada impor.
Strategi penahanan harga ini juga diterapkan guna menjaga momentum pertumbuhan Chery yang sedang agresif memperluas pasar di Indonesia melalui lini kendaraan ICE, hybrid, hingga mobil listrik. Berbagai model seperti Chery Omoda E5, J6, Tiggo Series, serta sub-brand Lepas dan iCar kini menjadi tumpuan penetrasi pasar mereka.
President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang menerapkan strategi wait and see untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah yang berfluktuasi tajam.
ÔÇ£Kami masih terus memantau perkembangan situasi pasar dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Saat ini kami masih berusaha keras mempertahankan harga jual yang ada,ÔÇØ ujar Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar dan daya tarik harga di tengah ketatnya persaingan industri, terutama pada segmen kendaraan ramah lingkungan. Perusahaan terus berupaya menahan dampak ekonomi global agar tidak langsung membebani konsumen.
ÔÇ£Konsumen tetap menjadi prioritas utama kami,ÔÇØ kata Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia.
Kendati demikian, penyesuaian harga tetap berpeluang terjadi di masa mendatang jika tekanan kurs mata uang asing dan kenaikan biaya logistik global terus berlangsung dalam jangka panjang. Situasi ini sekaligus memicu dorongan bagi industri otomotif nasional untuk meningkatkan tingkat kandungan lokal (TKDN) guna meminimalkan ketergantungan impor sesuai dengan target investasi manufaktur dari pemerintah.