PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mencabut status "force majeure" atas pasokan polimer dan monomer setelah operasional perusahaan kembali stabil. Dilansir dari Investortrust, langkah korporasi petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia ini menjadi sentimen positif bagi kelancaran rantai pasok ribuan pabrik hilir domestik.
Pengumuman tersebut memicu lonjakan harga saham TPIA di Bursa Efek Indonesia sebesar hampir 20 persen hingga menyentuh batas Auto Reject Upper (ARA) di level Rp6.325 per lembar setelah reli selama tiga hari. Lonjakan harga saham ini terjadi seiring respons positif para pelaku pasar atas kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 205 juta dolar AS pada kuartal pertama.
Demi menjaga stabilitas pasokan bahan baku industri otomotif, kesehatan, dan kemasan di dalam negeri, TPIA kini mengalihkan peta logistik global dengan mendatangkan naphta dari Amerika Serikat. Pengalihan pasokan ini diambil sebagai langkah alternatif guna menghindari hambatan distribusi yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Keputusan strategis tersebut mengharuskan perusahaan menanggung biaya logistik yang lebih tinggi karena harga naphta dari Amerika Serikat lebih mahal sekitar 150 hingga 200 dolar AS per metrik ton dibandingkan pasokan dari Timur Tengah.
"Shipments from the United States take approximately 50 to 70 days, significantly longer than the 15 to 20 days required for supply from the Middle East," konfirmasi manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk terkait konsekuensi waktu pengiriman bahan baku yang lebih lama demi mempertahankan pangsa pasar di Asia Tenggara.
Langkah pengamanan pasokan dalam negeri ini juga ditopang oleh kebijakan internal perusahaan yang mengalihkan produksi etilena dari fasilitas olefin cracker khusus untuk pabrik polimer milik sendiri. Sinergi ini mengoptimalkan produksi Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE) sebagai bahan baku utama sektor konstruksi serta barang konsumsi.
"As a growth partner for Indonesian industry, our priority is to ensure domestic industry continues to obtain the raw materials needed," ujar Suryandi, Director of Human Resources and Corporate Affairs at Chandra Asri Group dalam rilis tertulis pada Rabu.
Selain optimalisasi internal, fleksibilitas operasional Chandra Asri ikut diperkuat oleh dukungan pasokan monomer dan etilena dari fasilitas grup mereka yang berada di Singapura. Kolaborasi lintas batas melalui koridor Singapura-Jakarta ini berfungsi sebagai pengaman korporasi dalam menghadapi volatilitas rantai pasok energi global.