CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick secara terbuka merespons klaim Elon Musk mengenai kemampuan kecerdasan buatan (AI) dalam menyederhanakan pembuatan game besar seperti Grand Theft Auto (GTA) 6. Kritik tersebut dilontarkan Zelnick dalam acara Semafor World Economy Conference pada 16 April 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Perselisihan opini ini bermula dari interaksi Elon Musk di media sosial X pada 12 Januari 2026. Saat itu, Musk menyetujui pendapat pengguna lain yang memprediksi kemunculan fitur pembuatan variasi GTA secara mandiri menggunakan AI dalam waktu singkat sebelum versi aslinya rilis.
"Ada kemungkinan besar kita akan mendapatkan fitur "buat GTA 6 versi Anda sendiri dalam beberapa menit" sebelum GTA 6 dirilis," tulis pengguna dalam sebuah postingan yang diunggahnya pada 12 Januari 2026.
Musk memberikan dukungan singkat terhadap pernyataan tersebut melalui akun pribadinya.
"Yeah," balas Musk, pantauan detikINET dari X.
CEO Epic Games Tim Sweeney juga memberikan pandangannya yang sejalan dengan Musk mengenai potensi evolusi AI generatif di masa depan dalam industri perangkat lunak hiburan.
"Kita sudah memiliki konversi teks ke gambar dan teks ke video, jadi konversi teks ke GTA adalah langkah logis selanjutnya dalam AI generatif," ujar Sweeney.
Dukungan Sweeney tersebut semakin dipertegas oleh Musk yang mengeklaim bahwa di masa depan pengguna tidak perlu lagi menentukan preferensi mereka secara manual.
"Anda bahkan tidak perlu bertanya. AI akan menentukan video game apa yang paling Anda sukai," tulis Musk.
Zelnick memberikan tanggapan sinis terhadap argumen tersebut dengan menyoroti bahwa jika AI memang sekuat itu, seharusnya beban kerja manusia, termasuk Musk sendiri, sudah berkurang secara signifikan.
"(Musk) memiliki sumber daya keuangan yang tak terbatas, dan dia memiliki sumber daya manusia yang tak terbatas, dan dia - tampaknya - memiliki jumlah ide yang tak terbatas. Dia juga memahami AI. Dia juga bekerja 20 jam sehari. Jika AI mengambil pekerjaan siapa pun, bukankah AI juga akan mengambil pekerjaannya?," ucap Zelnick.
Pemimpin Take-Two tersebut mempertanyakan mengapa teknologi canggih ini belum mampu membebaskan para pekerja dari tuntutan lembur atau jam kerja yang padat.
"Dan omong-omong, mengapa saya bekerja lebih keras dari sebelumnya meskipun saya telah sepenuhnya menerima AI ke dalam setiap bagian hidup saya?," tambahnya.
Bagi Zelnick, AI hanyalah alat bantu dalam situasi tertentu dan bukan sebuah revolusi yang bisa menggantikan dedikasi serta kerja keras yang dibutuhkan dalam pengembangan game kompleks. Saat ini, jadwal perilisan GTA 6 telah ditetapkan pada 19 November 2026 setelah melewati beberapa kali penundaan dari jadwal awal Mei 2025.