CEO HSBC Sebut AI Bakal Ubah Lapangan Kerja Sektor Keuangan

CEO HSBC Sebut AI Bakal Ubah Lapangan Kerja Sektor Keuangan
Foto: Ilustrasi CEO HSBC Sebut AI Bakal Ubah Lapangan Kerja Sektor Keuangan.

Sektor perbankan global mulai mengantisipasi perubahan struktural tenaga kerja akibat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berdampak pada penciptaan dan penghapusan posisi kerja pada Rabu (20/5/2026).

Langkah antisipasi ini diambil oleh manajemen HSBC dengan memfokuskan strategi perusahaan pada program pelatihan ulang bagi ratusan ribu pegawainya, sebagaimana dilansir dari Internasional.

Pimpinan eksekutif HSBC Georges Elhedery menjelaskan dalam acara investor day bahwa seluruh jajaran staf harus adaptif dan menyambut transformasi teknologi ini secara terbuka bersama pihak manajemen bank.

"Kita semua tahu AI generatif akan menghancurkan sejumlah pekerjaan dan akan menciptakan pekerjaan baru," kata Elhedery.

Penegasan mengenai komitmen mempertahankan jumlah tenaga kerja kemudian disampaikan oleh pimpinan bank tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab masa depan perusahaan.

"Namun misi awal saya adalah saya membutuhkan 200.000 rekan kerja bersama kami dalam perjalanan ini. Berapa banyak yang akan tersisa di akhir perjalanan bukanlah masalah," tambahnya.

Pihak manajemen menekankan pentingnya pembekalan kompetensi yang merata agar seluruh staf mampu meningkatkan produktivitas mereka secara optimal di tengah perkembangan teknologi.

"Masalahnya adalah bagaimana kita memastikan 200.000 rekan kerja itu sudah diberi semua kemampuan, pelatihan, dan alat yang mereka butuhkan agar siap menghadapi masa depan, serta menjadi versi diri mereka yang lebih produktif." kata Elhedery.

Kesiapan psikologis karyawan dalam menghadapi transisi ini juga menjadi perhatian utama manajemen agar tidak memicu resistensi terhadap kebijakan baru.

Karyawan HSBC perlu memastikan mereka "tidak melawan kami, tidak merasa terpinggirkan, tidak cemas, kewalahan, dan tidak menolak perubahan." kata Elhedery.

Di sisi lain, kebijakan efisiensi yang berbeda diambil oleh Standard Chartered dengan rencana pemangkasan ribuan posisi kerja dalam jangka waktu empat tahun ke depan.

Bank yang berbasis di London tersebut memproyeksikan AI sebagai instrumen utama untuk merestrukturisasi operasional perusahaan guna mendongkrak profitabilitas di pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi