Sistem klasifikasi gim Indonesia Game Rating System (IGRS) dilaporkan mengalami celah keamanan pada Rabu (15/4/2026) yang berpotensi membuka akses publik terhadap data gim yang belum resmi dirilis. Insiden ini mencuat setelah adanya temuan komunitas daring mengenai kerentanan pada antarmuka pemrograman aplikasi (API) di situs resmi lembaga tersebut.
Kerentanan infrastruktur digital ini pertama kali diidentifikasi oleh seorang pengguna Reddit saat sedang menyusun proyek antarmuka alternatif untuk situs IGRS. Dilansir dari Detik iNET, celah tersebut diduga memungkinkan pihak luar mengakses materi rahasia seperti rekaman video, dokumen teknis, hingga detail proyek yang dikirimkan pengembang untuk proses penilaian usia.
Salah satu dampak paling signifikan adalah bocornya rekaman video berdurasi lebih dari satu jam dari gim James Bond terbaru, 007: First Light, hasil karya IO Interactive. Materi yang tersebar di internet tersebut diduga mencakup poin-poin krusial dalam alur cerita, termasuk bagian akhir permainan yang sangat dijaga kerahasiaannya.
Gim 007: First Light dijadwalkan meluncur pada 27 Mei 2026 untuk platform PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Kebocoran ini terjadi di periode krusial menjelang perilisan, sementara versi untuk Nintendo Switch 2 direncanakan baru menyusul pada musim panas mendatang.
Selain proyek James Bond, sejumlah judul besar lain turut terdampak, di antaranya Echoes of Aincrad milik Bandai Namco, serta diskusi mengenai proyek remake Assassin's Creed: Black Flag dan Castlevania: Belmont's Curse. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi menyeluruh mengenai sejauh mana rekaman video dari gim-gim tersebut telah menyebar luas.
Ancaman keamanan ini tidak hanya menyasar konten kreatif, tetapi juga privasi para pekerja di industri gim. Laporan yang sama menyebutkan adanya risiko paparan ribuan alamat email pengembang yang terhubung dengan proyek-proyek tersebut, sehingga meningkatkan potensi serangan siber seperti pengelabuan (phishing).
Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya sempat menyatakan bahwa sistem rating ini masih dalam masa transisi dan evaluasi terus dilakukan guna menyempurnakan mekanisme penilaian. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi atau langkah investigasi lanjutan yang diumumkan oleh Komdigi terkait dugaan kebocoran data di situs IGRS tersebut.