Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan inovasi terbaru berupa layanan pengecekan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) secara daring. Langkah ini dilansir dari Info untuk memastikan keaslian dokumen sekaligus memitigasi risiko praktik pemalsuan.
SHTKA kini dibekali sistem keamanan tingkat tinggi hasil sinergi antara Kemendikdasmen dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Proteksi ini bertujuan menjaga data nilai siswa agar tidak mudah dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sistem pengolahan data dalam layanan ini telah menerapkan mekanisme host to host yang modern. Melalui cara tersebut, nilai TKA akan terintegrasi langsung ke dalam sistem tanpa memerlukan input manual, sehingga tingkat akurasi data lebih terjaga.
Masyarakat yang meliputi siswa, orang tua, maupun pihak sekolah dapat melakukan verifikasi melalui portal resmi Rumah Pendidikan. Proses pengecekan dimulai dengan mengakses laman verifikasi SHTKA di portal resmi milik Kemendikdasmen.
Pengguna cukup memasukkan nomor peserta TKA yang tertera pada sertifikat fisik, kemudian menekan tombol pencarian. Setelah data identitas dan status muncul, pilih menu "Lihat Detail" untuk melanjutkan proses verifikasi lebih mendalam.
Langkah terakhir adalah memasukkan kode unik atau ID SHTKA yang terdapat pada dokumen, lalu klik "Lihat Nilai". Jika informasi digital yang muncul identik dengan fisik sertifikat, maka dokumen tersebut terkonfirmasi asli.
Klasifikasi Nilai Berdasarkan Kategori Warna
Untuk memudahkan pemahaman terhadap hasil ujian, Kemendikdasmen membagi nilai TKA ke dalam empat kategori warna yang berbeda. Warna hijau menandakan hasil yang Istimewa, sementara warna biru menunjukkan kategori Baik.
Bagi peserta yang mendapatkan kategori kuning, hasil tersebut dinilai Memadai. Sedangkan warna merah muda digunakan untuk menandai hasil yang masuk dalam kategori Kurang.
Kehadiran fitur verifikasi online ini dianggap sebagai solusi strategis dalam menjaga transparansi data di sektor pendidikan. Sistem ini memungkinkan publik memastikan validitas nilai SHTKA sebelum digunakan untuk keperluan seleksi pendidikan maupun persyaratan administrasi lainnya.