Banyak orang menghadapi kondisi berat badan kurang yang dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masa pemulihan penyakit, proses penuaan, hingga kebutuhan atlet untuk meningkatkan massa otot.
Kondisi berat badan yang terlalu rendah perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dikutip dari Lifestyle, berat badan kurang atau underweight biasanya didefinisikan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 18,5.
Kriteria lain yang digunakan adalah ketika berat badan berada 15ÔÇô20 persen di bawah standar ideal sesuai usia. Penurunan berat badan yang tidak direncanakan juga dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Proses penambahan berat badan tidak boleh dilakukan secara sembarangan demi menghindari dampak buruk bagi tubuh. Memahami penyebab kondisi underweight serta berkonsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Terdapat beberapa metode sehat yang dapat diterapkan untuk meningkatkan berat badan. Berdasarkan informasi dari National Health Service, salah satu strategi utamanya adalah mengubah pola makan menjadi porsi kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering.
Kebiasaan ini berfungsi menjaga asupan energi tetap stabil sepanjang hari. Selain itu, menyisipkan camilan sehat di sela waktu makan dapat membantu memenuhi kebutuhan kalori tambahan yang diperlukan tubuh.
Beberapa jenis makanan padat nutrisi seperti keju, kacang-kacangan, dan biji-bijian sangat direkomendasikan untuk memperkaya menu harian. Pilihan makanan tersebut meningkatkan asupan kalori sekaligus memberikan nutrisi penting, bukan sekadar energi kosong.
Minuman berkalori seperti milkshake juga bisa dikonsumsi di antara waktu makan utama. Metode ini dinilai lebih mudah diterima oleh sistem pencernaan, terutama bagi individu yang kesulitan menghabiskan makanan dalam porsi besar.
Keseimbangan Nutrisi dan Aktivitas Fisik
Meskipun fokus pada penambahan berat badan, asupan makanan harus tetap seimbang dan mencakup berbagai kelompok nutrisi. Tubuh tetap membutuhkan kombinasi buah, sayur, karbohidrat, dan protein agar kenaikan berat badan tidak memicu masalah kesehatan baru.
Asupan protein yang berasal dari ikan, telur, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan memegang peranan krusial dalam pembentukan otot. Nutrisi ini mendukung peningkatan berat badan yang lebih berkualitas secara fisik.
Untuk pilihan camilan praktis, yogurt atau puding nasi bisa menjadi alternatif yang memberikan energi tambahan secara efisien. Di sisi lain, aktivitas fisik seperti latihan kekuatan atau yoga sangat membantu dalam membangun massa otot.
Olahraga tidak hanya membuat kenaikan berat badan menjadi lebih proporsional, tetapi juga efektif untuk merangsang nafsu makan secara alami.
Hal yang Harus Dihindari
Dalam upaya menaikkan berat badan, ada kebiasaan tertentu yang justru harus dihindari agar kualitas kesehatan tetap terjaga. Mengandalkan makanan tinggi gula seperti cokelat, kue, dan minuman manis secara berlebihan bukanlah solusi yang bijak.
Pola makan yang didominasi gula tinggi justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis di masa depan. Selain itu, kebiasaan minum dalam jumlah banyak sesaat sebelum makan juga perlu dikurangi.
Mengisi perut dengan cairan sebelum waktu makan utama dapat mengurangi rasa lapar. Hal ini mengakibatkan asupan makanan padat menjadi tidak optimal dalam memenuhi target kalori harian yang dibutuhkan tubuh.