Cara Menghemat BBM Mobil dan Mengenali Mitos Menyesatkan

Cara Menghemat BBM Mobil dan Mengenali Mitos Menyesatkan
Foto: Ilustrasi Cara Menghemat BBM Mobil dan Mengenali Mitos Menyesatkan.

Mengatur pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) kini menjadi prioritas bagi banyak pemilik mobil untuk menekan biaya operasional harian. Namun, di tengah maraknya informasi, banyak pengendara terjebak pada kebiasaan lama yang dianggap bisa menghemat bensin, padahal hanya mitos belaka.

Memahami perbedaan antara fakta teknis dan mitos sangat penting agar upaya penghematan berjalan efektif dan tidak merusak mesin. Kebiasaan seperti menggoyangkan mobil saat mengisi bensin atau memanaskan mesin terlalu lama hanyalah mitos, seperti dilansir dari Suara.

Mitos pertama yang sangat populer adalah menggoyang-goyangkan mobil saat mengisi bensin agar tangki lebih padat. Secara ilmiah, bensin adalah benda cair yang akan otomatis mengisi setiap celah kosong di wadahnya, sehingga tindakan tersebut sama sekali tidak berguna.

Mengisi bensin hingga luber atau tumpah juga merupakan kesalahan. Mobil modern sudah dilengkapi dengan vapor recovery system yang mendeteksi kelebihan kapasitas, sehingga mengisi hingga tumpah justru membuat BBM banyak terbuang sia-sia.

Banyak juga yang percaya bahwa mengisi bensin di malam hari atau subuh saat suhu udara dingin membuat volume bensin lebih banyak. Faktanya, tangki penyimpanan SPBU terletak jauh di bawah tanah dengan suhu sangat stabil, sehingga volume bensin yang keluar tetap sama.

Durasi Memanaskan Mesin dan Penggunaan AC

Memanaskan mobil terlalu lama sebelum berangkat juga tidak lagi relevan bagi mesin modern. Mesin injeksi saat ini hanya butuh waktu 30 hingga 60 detik saja agar oli bersirkulasi sempurna, sedangkan membiarkan mesin idle lebih dari 5 menit justru membuang bensin.

Penggunaan AC memang dapat meningkatkan konsumsi bensin sekitar 5 persen hingga 20 persen. Namun, membuka jendela saat melaju kencang di atas 60-80 km/jam justru lebih boros daripada menyalakan AC karena hambatan angin meningkat secara eksponensial.

Trik Nyata Menghemat Bahan Bakar

Trik nyata yang terbukti efektif adalah mematikan mesin saat berhenti lebih dari satu menit, misalnya di lampu merah dengan penghitung waktu mundur. Kebiasaan membiarkan mesin idle selama satu jam setara dengan membuang hampir satu liter bensin.

Beban kendaraan juga memengaruhi efisiensi, karena setiap tambahan beban sebesar 50 kg dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga 2 persen. Membersihkan bagasi dari barang-barang yang tidak diperlukan adalah cara termudah untuk mengurangi bobot mobil.

Pemilihan nilai oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan memastikan pembakaran sempurna dan mencegah engine knocking. Mesin dengan pembakaran yang efisien akan menghasilkan tenaga lebih responsif, yang membuat konsumsi bensin lebih hemat dalam jangka panjang.

Tekanan angin ban juga wajib diperhatikan, sebab ban yang kurang tekanan 3 psi saja sudah bisa membuat mobil lebih boros 3 persen hingga 5 persen karena meningkatnya rolling resistance.

Kunci terakhir dari penghematan bensin adalah gaya berkendara atau eco driving. Menjaga putaran mesin di rentang 1.500 hingga 2.500 RPM dan menghindari akselerasi mendadak dapat menghemat bensin hingga 15 persen melalui cara mengemudi yang halus.

Artikel terkait

Rekomendasi