Berkshire Hathaway membukukan rekor cadangan kas sebesar 397 miliar dollar AS atau setara Rp 6.868,1 triliun pada kuartal pertama 2026. Capaian ini dilaporkan pada Minggu (3/5/2026) di bawah kepemimpinan CEO baru Greg Abel yang menggantikan posisi Warren Buffett tahun ini.
Dilansir dari Money, pertumbuhan dana tunai tersebut didorong oleh aksi penjualan bersih saham senilai 8,1 miliar dollar AS selama periode Januari hingga Maret. Selain kas, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan laba operasional hampir 18 persen menjadi 11,35 miliar dollar AS.
Sektor asuransi menjadi penopang utama kinerja perusahaan dengan laba underwriting mencapai 1,7 miliar dollar AS. Angka ini meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat terbebani dampak kerugian akibat peristiwa kebakaran hutan di wilayah Los Angeles.
Meski secara keseluruhan menguat, unit asuransi kendaraan GEICO justru mengalami penyusutan laba underwriting sebelum pajak sebesar 35 persen. Penurunan performa ini dipicu oleh lonjakan klaim nasabah serta tingginya biaya akuisisi untuk mendapatkan pelanggan baru.
Kinerja Geico tersebut mendapatkan sorotan tajam dari pengamat industri asuransi karena dianggap tertinggal dibandingkan perusahaan pesaing yang mampu menunjukkan perbaikan hasil.
"Sebagian besar kompetitor Geico mencatat perbaikan signifikan pada hasil underwriting kuartal ini," ujar Cathy Seifert, Analis CFRA Research.
Di sisi lain, BNSF Railway yang merupakan unit perkeretaapian milik Berkshire menunjukkan hasil positif dengan kenaikan laba bersih 13 persen menjadi 1,4 miliar dollar AS. Capaian tersebut diklaim sebagai buah dari program efisiensi biaya yang diterapkan manajemen.
Greg Abel yang baru pertama kali memimpin pertemuan tahunan pemegang saham di Omaha menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi yang baik bagi masa depan perusahaan.
"Sebagian besar kompetitor Geico mencatat perbaikan signifikan pada hasil underwriting kuartal ini," ujar Greg Abel, CEO Berkshire Hathaway.
Abel juga mengaktifkan kembali skema pembelian kembali saham atau buyback senilai 234,2 juta dollar AS pada kuartal tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk keyakinan manajemen bahwa nilai perusahaan saat ini masih berada di atas harga pasar meski sahamnya sempat terkoreksi 5,9 persen.
Terkait portofolio investasi, Berkshire tetap mempertahankan kepemilikan di Kraft Heinz dengan nilai buku 1,4 miliar dollar AS lebih tinggi dari nilai wajarnya. Kondisi ini jauh lebih stabil dibandingkan tahun lalu saat perusahaan harus menelan kerugian penurunan nilai hingga 3,8 miliar dollar AS.