PT BYD Motor Indonesia memberikan sinyal kuat mengenai rencana perakitan lokal untuk model BYD Atto 1. Peluang tersebut terbuka lebar seiring dengan besarnya kontribusi penjualan mobil listrik mungil itu di pasar domestik saat ini, seperti dilansir dari Otomotif.
Langkah strategis ini berkaitan erat dengan persiapan pembangunan fasilitas produksi BYD di tanah air. Meskipun komitmen investasi jangka panjang telah berjalan, pabrikan asal China ini belum menetapkan secara resmi model pertama yang akan keluar dari jalur perakitan.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa penentuan model untuk manufaktur domestik sangat bergantung pada volume penjualan. Perusahaan bakal memprioritaskan kendaraan yang mampu menyumbang angka penjualan secara signifikan.
"Secara resmi saya tidak bisa sampaikan soal produk apa yang akan dibuat di Indonesia. Yang pasti setiap manufaktur itu secara strategi dia akan memproduksi produk-produk yang secara volume bisa berkontribusi cukup signifikan," ujar Luther di Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Luther menambahkan bahwa BYD Atto 1 saat ini menjadi pilar penting dalam jaringan penjualan di Indonesia. Faktor tersebut memperbesar potensi kendaraan listrik ini untuk dijadikan basis produksi lokal.
"Dan seperti kita lihat sekarang Atto 1 adalah salah satu kontributor utama dari line up produknya BYD dan sangat possible sekali bahwa Atto 1 akan nanti jadi basis produksi kita juga di sini," kata Luther.
Selain model Atto 1, varian BYD M6 juga masuk dalam radar kendaraan yang potensial untuk dirakit di dalam negeri. Medium MPV bertenaga listrik tersebut saat ini menjadi tulang punggung utama bagi penjualan BYD.
Lokalisasi perakitan ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing harga produk BYD di pasar otomotif nasional. Selain itu, proses manufaktur domestik otomatis akan meningkatkan persentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
Sebelumnya, BYD telah menyepakati komitmen pembangunan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas perakitan modern tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun, dan kini pengerjaannya sudah memasuki fase akhir menjelang operasional resmi.