Sektor industri di Indonesia, termasuk industri kendaraan listrik, mulai merasakan tekanan berat akibat lonjakan harga bahan baku dan komponen yang dipicu oleh konflik geopolitik global. Masalah ini berdampak signifikan bagi industri yang masih mengandalkan impor komponen dari luar negeri.
Kondisi tekanan tersebut turut dirasakan oleh PT BYD Motor Indonesia, seperti dilansir dari Industri. Walaupun menghadapi tantangan global, produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu ini menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh strategi bisnis jangka panjang di pasar domestik.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau setiap perkembangan geopolitik dunia serta dinamika ekonomi dalam negeri yang memengaruhi ongkos produksi.
Menurut Luther Panjaitan, kenaikan harga komponen utama kendaraan listrik yang mayoritas masih didatangkan dari China memang memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran produksi perusahaan.
"Memang berdampak pada adanya fluktuasi dari cost of production. Tapi yang saya sampaikan, BYD di Indonesia berinvestasi jangka panjang," ujar Luther Panjaitan di kawasan Tangerang, Banten, dikutip Selasa (19/5/2026).
Luther Panjaitan menambahkan bahwa pihak BYD sebenarnya telah mengantisipasi beragam hambatan pasar sejak awal melakukan ekspansi ke Indonesia, di mana langkah tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana investasi jangka panjang mereka.
"Dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki baik secara produk, pricing juga promosi-promosi yang kami akan lakukan," kata dia.
Di tengah situasi sulit akibat kenaikan biaya operasional serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, BYD memastikan tidak akan menaikkan harga jual produk mobil listrik mereka di Indonesia.
Manajemen perusahaan menganggap fluktuasi kurs mata uang dan lonjakan harga komponen masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan lewat strategi bisnis yang matang. Melalui metode ini, BYD tetap percaya diri dalam mempertahankan daya saing produk di pasar nasional sekaligus menjaga minat beli masyarakat.