Produsen otomotif BYD resmi meluncurkan lini produk terbaru mereka, Song Ultra DM-i, untuk pasar domestik China pada 28 Mei 2026. Kendaraan yang masuk dalam segmen B SUV ini dipasarkan dalam lima pilihan varian berbeda.
Dikutip dari Moladin, model teranyar ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang tinggi, daya jelajah yang jauh, serta dukungan teknologi premium untuk menyasar segmen SUV menengah.
Harga untuk BYD Song Ultra DM-i ditawarkan mulai dari 129.900 yuan hingga 159.900 yuan. Nilai tersebut setara dengan kisaran Rp292 juta sampai Rp360 jutaan berdasarkan perkiraan kurs yang berlaku.
Daya tarik utama dari kendaraan ini berada pada implementasi sistem plug-in hybrid DM generasi kelima buatan BYD. Jantung mekanisnya memadukan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated berdaya 74 kW dengan motor listrik yang memproduksi tenaga 175 kW atau berkisar 235 hp.
Sektor penyimpanan energi didukung oleh Blade Battery khas BYD dengan dua opsi kapasitas yang dapat dipilih konsumen. Opsi pertama adalah baterai 26,6 kWh dengan jangkauan listrik murni 205 km, dan opsi kedua berkapasitas 38 kWh dengan daya jelajah listrik murni mencapai 310 km.
Ketika kondisi daya baterai berada dalam posisi habis, tingkat konsumsi bahan bakar mobil ini diklaim berada di angka 3,3 liter per 100 km menurut standar NEDC. Jika tangki bensin dan daya baterai terisi penuh, total jarak tempuh akumulatifnya dapat menyentuh 1.845 km.
Sistem Kestabilan dan Dimensi Kendaraan
Pabrikan melengkapi seluruh tipe Song Ultra DM-i dengan sistem kontrol bodi peredaman pintar DiSus-C sebagai fitur standar untuk mendongkrak kenyamanan berkendara. Selain itu, hadir pula teknologi TBC high-speed tyre blowout stabilization yang berfungsi mengontrol stabilitas saat mobil mengalami pecah ban dalam kecepatan tinggi.
Secara visual, produk ini mengadopsi bahasa desain modern yang serupa dengan jajaran mobil listrik BYD lainnya. Area depan didominasi oleh grille dengan kisi-kisi tertutup, lampu DRL LED dinamis, serta siluet atap bergaya floating roof.
Kendaraan ini memiliki konfigurasi dimensi yang tergolong besar di kelasnya. Panjang bodi tercatat 4.850 mm, lebar 1.910 mm, tinggi 1.670 mm, serta didukung oleh jarak sumbu roda atau wheelbase sepanjang 2.840 mm.
Interior Minimalis dan Fitur Kabin Premium
Suasana interior menyajikan konsep minimalis modern yang dibalut dengan pilihan kombinasi warna Salt Grey serta Twilight Grey. Pusat kontrol dan hiburan di dalam kabin didukung oleh kehadiran head unit dengan layar putar berukuran 15,6 inci.
Pengemudi juga difasilitasi dengan panel instrumen digital berukuran 10,25 inci serta sistem head-up display 26 inci W-HUD. Untuk operasional fitur pintar, BYD menanamkan sistem AI DiClaw yang mendukung perintah suara canggih, interaksi proaktif, serta pencarian informasi berbasis kata kunci.
Fasilitas kenyamanan pada varian tertinggi mencakup komponen ventilasi kursi, penghangat, memori pengaturan kursi, hingga fungsi pijat 10 titik. Kursi penumpang baris depan juga mendapatkan tambahan sandaran kaki elektrik dan mode pemijatan khusus bernama QueenÔÇÖs Co-pilot.
Kelengkapan premium lain yang tersebar di area kabin meliputi roda kemudi dengan pemanas, kulkas mini, smart fragrance system, serta instalasi sistem audio DiSound berkekuatan 16 speaker.
Dukungan Sistem Semi Otonom DiPilot
Sektor keselamatan aktif didukung oleh teknologi bantuan berkendara semi otonom DiPilot GodÔÇÖs Eye C yang sudah tersedia sebagai standar baku pada mobil ini.
Konsumen juga diberikan opsi untuk melakukan upgrade ke sistem DiPilot 300 GodÔÇÖs Eye B yang sudah berbasis teknologi lidar. Paket peningkatan fitur keselamatan ini dipasarkan dengan biaya tambahan sekitar 12.000 yuan atau berkisar Rp27 jutaan.
Paket peningkatan tersebut menyediakan fungsi berkendara yang lebih advanced. Beberapa fitur di dalamnya meliputi City Navigate on Autopilot (CNOA), intelligent parking, serta bantuan kendali semi otonom tingkat lanjut.
Terkait operasional sistem swakemudi tersebut, pihak BYD mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka siap memikul tanggung jawab penuh secara hukum apabila terjadi insiden kecelakaan yang dipicu oleh kegagalan sistem smart driving tersebut.