BYD Siap Luncurkan Mobil Listrik Mungil Racco di Pasar Jepang

BYD Siap Luncurkan Mobil Listrik Mungil Racco di Pasar Jepang
Foto: Ilustrasi BYD Siap Luncurkan Mobil Listrik Mungil Racco di Pasar Jepang.

Produsen otomotif BYD semakin agresif memperluas jangkauan pasarnya di Negeri Sakura. Musim panas ini, pabrikan asal Tiongkok tersebut bersiap meluncurkan Racco, sebuah mobil listrik mungil yang dirancang khusus untuk mengisi segmen K-Car di Jepang.

Seperti dilansir dari Suara, langkah BYD dalam menggarap segmen kendaraan kompak ini tidak main-main. Mereka melibatkan Hirohide Tagawa, seorang insinyur veteran eks Nissan yang memiliki rekam jejak panjang dalam mendesain kei car populer di pasar domestik Jepang.

K-Car merupakan kategori kendaraan roda empat berukuran kecil di Jepang yang terikat oleh regulasi ketat mengenai dimensi, kapasitas mesin, hingga insentif pajak. Segmen ini tetap menjadi pilar utama pasar otomotif domestik Jepang karena menawarkan efisiensi tinggi serta biaya kepemilikan yang terjangkau.

Melalui kehadiran Racco, BYD memilih untuk menghadirkan desain yang sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi lokal Jepang. Pendekatan ini berbeda dengan strategi adaptasi langsung dari platform kendaraan global yang biasa dilakukan.

Keterlibatan Insinyur Veteran Hirohide Tagawa

Pengembangan Racco menjadi perhatian karena kehadiran Hirohide Tagawa yang telah bergabung dengan Nissan sejak era 1990-an. Selama karirnya, ia terlibat langsung dalam melahirkan model ikonik seperti Nissan Dayz dan Nissan Sakura.

Kehadiran Nissan Sakura pada tahun 2022 menjadi tonggak penting transisi kendaraan komersial ringkas menuju era elektrifikasi. Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun, Tagawa kini membantu BYD Auto Japan untuk merumuskan kendaraan yang sesuai dengan karakteristik unik konsumen Jepang.

Spesifikasi dan Fitur BYD Racco

Racco dirancang khusus sebagai kendaraan listrik perkotaan guna mengakomodasi kondisi jalanan yang sempit dan keterbatasan ruang parkir di Jepang. Mobil listrik ringkas ini membawa sejumlah spesifikasi teknis untuk menunjang mobilitas harian.

Kendaraan ini dibekali baterai lithium iron phosphate berkapasitas 20 kWh yang mampu menempuh jarak sekitar 180 km berdasarkan pengujian WLTC. Untuk pengisian daya, Racco mendukung fast charging DC hingga daya 100 kW.

Selain itu, aspek keselamatan berkendara ditunjang oleh sistem bantuan pengemudi L2+ yang menjadi standar bawaan. Desain eksteriornya mengusung bodi tinggi yang dipadukan dengan pintu geser pada bagian belakang demi memberikan akses masuk yang lebih mudah bagi penumpang.

Estimasi Harga dan Peta Persaingan

Mengenai harga, Racco diperkirakan akan dipasarkan mulai dari kisaran 2,5 juta yen atau sekitar Rp277 juta. Nominal tersebut menempatkan mobil listrik ini langsung berada di segmen pasar mainstream K-Car Jepang.

Langkah BYD dipastikan tidak mudah mengingat dominasi kuat pabrikan lokal seperti Suzuki dan Nissan yang selama ini menguasai lini produksi massal segmen tersebut. Kehadiran Racco sekaligus memperluas portofolio kendaraan listrik kompak milik BYD secara global.

Sebelumnya, BYD telah memiliki Seagull sebagai model terkecilnya di pasar Tiongkok. Namun, volume penjualan Seagull dilaporkan sempat mengalami penurunan tajam menjadi 9.864 unit pada April 2026, atau merosot sebesar 71 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Masuk ke pasar Jepang menjadi strategi krusial bagi BYD untuk menjaga momentum ekspansi di pasar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi