Perjalanan darat jarak jauh lintas provinsi kerap memicu kecemasan kehabisan daya baterai atau range anxiety bagi pengguna kendaraan listrik murni. Menjawab tantangan tersebut, produsen otomotif BYD menghadirkan solusi teknologi terbarunya di pasar Indonesia.
Dilansir dari Suara, pabrikan ini meluncurkan sistem plug-in hybrid atau PHEV bernama Dual Mode atau DM. Teknologi ini diklaim mampu menjelajah jarak jauh tanpa membuat pengendara khawatir mencari stasiun pengisian daya.
Sistem elektrifikasi ini memadukan efisiensi mobil listrik dengan fleksibilitas mesin pembakaran internal. Berdasarkan pengujian internal, kombinasi baterai penuh dan tangki bahan bakar maksimal mampu menempuh jarak hingga 1.800 kilometer, atau setara rute Jakarta menuju Bali bolak-balik.
Efisiensi bahan bakar dari teknologi ini juga menjadi sorotan besar karena mencatatkan angka konsumsi BBM mencapai 65 km/liter. Catatan tersebut diklaim 60 persen lebih hemat daripada mobil keluarga bermesin bensin 1.500 cc konvensional.
BYD menyesuaikan teknologi ini dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia melalui filosofi DM G.A.S.S. Filosofi tersebut merupakan singkatan dari empat keunggulan mekanis utama.
Poin pertama adalah Gesit, di mana sistem mengandalkan motor listrik untuk memberikan respons tenaga instan serta torsi yang halus. Karakter ini sangat mendukung kondisi berkendara stop-and-go di kemacetan kota maupun akselerasi di jalan tol.
Poin kedua yaitu Andal, yang didukung oleh sistem komputasi cerdas Dual Mode. Mesin dapat membagi peran secara otomatis sebagai penggerak utama atau generator pengisi daya baterai sesuai kontur jalan.Poin ketiga adalah Senyap, karena dominasi penggerak listrik pada kecepatan rendah hingga menengah mampu menekan tingkat kebisingan dan getaran di dalam kabin secara drastis. Terakhir adalah Super Irit, yang memangkas biaya operasional bahan bakar secara signifikan.
Pendekatan teknologi PHEV ini dipandang sebagai jembatan transisi yang paling masuk akal bagi konsumen di Indonesia. Pengendara tetap bisa merasakan sensasi torsi instan khas kendaraan listrik tanpa perlu bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya.