PT BYD Motor Indonesia berencana meluncurkan pembaruan untuk model Atto 1 versi tahun 2026 yang dilengkapi dengan penambahan fitur keamanan dan kenyamanan guna melengkapi segmen pasar kendaraan listrik yang terjangkau.
Kabar mengenai spesifikasi baru ini sebelumnya telah beredar luas di media sosial Threads yang menyebutkan adanya peningkatan fitur pada varian Dynamic dan Premium, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Selasa (12/5/2026).
Beberapa pembaruan fitur yang akan disematkan meliputi cermin spion lipat otomatis, pengaturan kursi elektrik, kamera 360 derajat, hingga penambahan jumlah kantong udara menjadi enam buah. Peningkatan spesifikasi ini berdampak pada penyesuaian harga jual di pasar domestik.
Berdasarkan informasi yang beredar, varian Premium diprediksi akan dibanderol senilai Rp 245 juta, sementara varian Dynamic dipatok Rp 205 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan harga saat ini yang berada di kisaran Rp 199 juta untuk tipe Dynamic dan Rp 235 juta untuk tipe Premium.
Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, memberikan penegasan bahwa perubahan harga tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas kendaraan yang dilakukan perusahaan.
"Sebenarnya bukan kenaikan harga, namun kita melakukan satu improvement," ungkap Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations BYD Indonesia.
Pihak produsen saat ini sedang melakukan persiapan terkait pasokan unit serta pembekalan informasi bagi jaringan dealer sebelum proses peluncuran resmi dilakukan. Perusahaan berkomitmen untuk segera merilis rincian pengembangan teknis produk tersebut kepada publik dalam waktu dekat.
"Kami memastikan dalam waktu dekat untuk menginformasikan secara resmi pengembangan apa, development apa di produk Atto 1 ini. Kedua, memang kita ada berencana menambah varian baru untuk melengkapi segmen market tertentu di Atto 1 yang ingin masih tetap punya akses memiliki kendaraan EV yang accessible gitu," ucap Luther Panjaitan.
Hingga saat ini, unit BYD Atto 1 yang dipasarkan di Indonesia masih didatangkan melalui skema impor utuh dari China. Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah versi terbaru tahun 2026 tersebut akan diproduksi secara lokal di pabrik Subang atau tetap diimpor, mengingat di negara asalnya model ini telah dijual dengan harga mulai Rp 170 jutaan.