Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka bervariasi pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Pergerakan ini terjadi di tengah pemulihan saham semikonduktor dan meredanya tekanan di pasar obligasi yang sempat memicu aksi jual pada pekan lalu.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite dibuka menguat berkat dorongan kebangkitan saham teknologi serta chip yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bergerak melemah tipis.
Dikutip dari Investasi, Dow Jones turun 45,1 poin atau 0,09% ke level 49.481,04 pada awal perdagangan. Adapun S&P 500 naik 6,6 poin atau 0,09% menjadi 7.415,07, sedangkan Nasdaq Composite menguat 64,3 poin atau 0,25% ke posisi 26.289,49.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke level 4,573% setelah sempat menyentuh 4,631%. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Februari 2025.
Harga minyak dunia juga terkoreksi dengan minyak Brent turun hampir 2%. Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa pemerintah AS mengusulkan pelonggaran sementara sanksi minyak Iran, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global.
Senior Portfolio Manager Dakota Wealth Robert Pavlik mengatakan, pergerakan yield obligasi menjadi faktor utama yang memengaruhi saham pertumbuhan, khususnya sektor AI.
"Yield menjadi kunci karena saham growth, terutama perusahaan terkait AI, dihargai berdasarkan proyeksi laba masa depan. Ketika yield naik, valuasi saat ini akan turun," ujarnya.
Sebelumnya, tekanan di pasar obligasi dipicu oleh lonjakan harga minyak. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan mendorong suku bunga bertahan lebih lama.
Meski demikian, optimisme terhadap teknologi AI masih menopang sentimen pasar. Saham NVIDIA Corporation naik 2,1% pada perdagangan premarket menjelang rilis laporan keuangan mereka yang dijadwalkan pekan ini.
Kenaikan juga melanda saham chip lainnya, di mana Micron Technology melonjak 4% dan Intel menguat 3,7%. Investor saat ini juga menanti laporan keuangan Walmart pekan ini untuk melihat gambaran daya beli konsumen AS di tengah tekanan inflasi.
Di sisi korporasi, saham Dominion Energy melonjak 15% setelah NextEra Energy mengumumkan akuisisi perusahaan utilitas tersebut melalui transaksi saham senilai US$ 66,8 miIiar. Namun, saham NextEra tercatat turun 1,4%.
Sementara itu, saham UnitedHealth Group melemah 3,2% setelah Berkshire Hathaway dilaporkan melepas sebagian besar kepemilikan saham minoritasnya di perusahaan asuransi kesehatan tersebut.
Adapun saham Regeneron Pharmaceuticals anjlok 11,5% setelah terapi eksperimental perusahaan gagal memenuhi target utama dalam uji klinis tahap akhir untuk pasien melanoma stadium lanjut, yang merupakan salah satu jenis kanker kulit.