Edukasi mengenai aset keuangan digital, khususnya aset kripto, dinilai menjadi hal yang sangat mendesak bagi generasi muda di Indonesia. Langkah strategis ini diperlukan mengingat kelompok usia muda kini mendominasi kepemilikan aset digital di tanah air.
Kajian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2025 memperlihatkan bahwa mayoritas pemilik aset keuangan digital berusia di bawah 35 tahun. Data tersebut menempatkan generasi muda sebagai penggerak utama dalam adopsi ekosistem keuangan digital nasional di masa depan.
Menanggapi fenomena tersebut, Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) meluncurkan program CFX Connect, seperti dilansir dari Investortrust. Inisiatif ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan akademisi demi membangun ekosistem yang aman serta transparan.
Edisi perdana CFX Connect pada tahun 2026 ini diselenggarakan di Universitas Indonesia, Depok. Program ini berfokus pada penguatan regulasi, infrastruktur pasar, dan peningkatan literasi melalui generasi muda.
"Tugas utama kita semua disini sebagai regulator, pelaku usaha dan akademisi bukan hanya soal mempercepat laju adopsi, tetapi memastikan bahwa konsumen tidak hanya ÔÇ£ikut trenÔÇØ atau terbawa FOMO, serta memperoleh perlindungan yang memadai. Kita tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni, di mana masyarakat hanya tergiur narasi ÔÇ£cepat kayaÔÇØ tanpa memahami risiko yang menyertainya," kata Kepala Executif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso dalam siaran pers, Jumat (10/4/2026).
Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menjelaskan bahwa CFX Connect merupakan bentuk kerja sama lintas sektor untuk mengawal pertumbuhan industri kripto secara bijak. Edugasi yang masif dinilai sebagai kunci utama untuk melindungi para pemangku kepentingan.
"Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan konsumen aset kripto," katanya.
Subani menambahkan, pemahaman yang fundamental sangat dibutuhkan agar keterlibatan masyarakat di pasar kripto tidak bersifat impulsif. Program ini diharapkan dapat meminimalkan aksi spekulasi yang sekadar dipicu oleh tren FOMO.
Manajer Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Anna Amalyah Agus, menyambut baik kolaborasi bersama OJK dan SRO ini. Pihaknya berharap kerja sama ini menjadi langkah awal pembentukan Pusat Sentral Investasi berbasis kripto atau CFX Lab di lingkungan kampus.
Selain dialog, CFX Connect juga menggelar kompetisi kajian strategis bagi mahasiswa Universitas Indonesia untuk menyusun analisis pasar keuangan digital. Kelompok pemenang akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk USDT serta kesempatan mengikuti program magang di ekosistem Bursa Kripto CFX.
ÔÇ£Hadirnya CFX Connect dan CFX Lab menandai langkah baru dalam perjalanan literasi keuangan digital di level nasional. Bursa Kripto CFX percaya bahwa kolaborasi yang terjalin hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi masa depan aset keuangan digital Indonesia yang berkualitas dan berintegritas," kata Subani.