Pasar saham Eropa mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026) karena para pelaku pasar bereaksi negatif terhadap laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 tercatat menyusut 0,7 persen dengan pelemahan melanda seluruh bursa utama di kawasan tersebut.
Sentimen negatif ini dipicu oleh pergerakan saham sektor teknologi dan barang mewah yang sempat fluktuatif sepanjang hari. Berdasarkan data yang dilansir dari Investortrust, meskipun beberapa emiten mencatatkan angka penjualan yang kuat, investor cenderung melakukan aksi jual di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Raksasa peralatan semikonduktor asal Belanda, ASML, awalnya sempat mencatatkan kenaikan saham hingga 5,9 persen setelah melaporkan pesanan yang melampaui estimasi pasar. Namun, performa tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya berbalik arah dan ditutup melemah 1,9 persen pada akhir sesi.
Kondisi serupa dialami oleh produsen peralatan chip lainnya seperti ASMI yang berakhir merosot 1,2 persen. Sebaliknya, STMicroelectronics berhasil menguat 1,9 persen dan Infineon mencatat penambahan nilai sebesar 3 persen di tengah gejolak pasar teknologi tersebut.
Sektor barang mewah turut menekan indeks setelah saham LVMH anjlok sebesar 7,9 persen dalam satu hari perdagangan. Penurunan tajam ini terjadi meskipun perusahaan sebenarnya melaporkan laba yang lebih tinggi dari perkiraan pasar pada periode sebelumnya.
Fokus pasar saat ini juga tertuju pada bursa Amerika Serikat, di mana laporan keuangan dari perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Meta Platforms, dan Tesla segera dirilis. Selain itu, Apple dijadwalkan akan memberikan laporan kinerja kuartalannya pada hari Kamis mendatang.
Pelaku pasar global sedang mengantisipasi keputusan suku bunga pertama dari Federal Reserve pada tahun ini. Meskipun suku bunga acuan diprediksi tetap tertahan pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen, investor mencari arahan terkait potensi pelonggaran kebijakan moneter.
Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan adanya indikasi dua kali pemangkasan suku bunga pada sisa tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada pergerakan kontrak berjangka Fed funds yang mencerminkan ekspektasi pasar terhadap langkah bank sentral Amerika Serikat tersebut.