Sinergi 15 BUMN Tingkatkan Ekonomi Warga Mutus Raja Ampat

Sinergi 15 BUMN Tingkatkan Ekonomi Warga Mutus Raja Ampat
Foto: Ilustrasi Sinergi 15 BUMN Tingkatkan Ekonomi Warga Mutus Raja Ampat.

Sebanyak 15 perusahaan BUMN yang dipimpin oleh Peruri menggelar program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kepulauan Raja Ampat, Papua, pada 22ÔÇô24 April 2026. Aksi korporasi ini bertujuan menekan ketimpangan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melalui penguatan ekosistem dan ekonomi.

Sebagaimana dilansir dari Suara, inisiatif tersebut menyasar Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun dengan fokus pada integrasi pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun kemandirian wilayah pelosok Indonesia.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam agenda ini merupakan upaya konkret untuk memberikan dampak positif yang menetap bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Kami meyakini bahwa TJSL tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan nilai melalui pemberdayaan sosial dan pelestarian ekosistem," ujar Adi Sunardi.

Pernyataan tersebut merujuk pada kegiatan di Kampung Mutus yang mencakup penanaman 2.000 bibit mangrove dan rehabilitasi terumbu karang seluas 225 meter persegi. Selain aspek konservasi, program pendampingan BUMDes dan pelatihan selam berhasil memicu kenaikan pendapatan ekonomi warga sebesar 87,5 persen.

Sektor infrastruktur dasar juga mendapatkan perhatian melalui pemberian akses listrik ke 119 rumah di Kampung Mutus yang menjangkau 500 penerima manfaat. Sementara itu, bidang pendidikan didukung melalui renovasi sekolah serta penyediaan koneksi internet di SD YPK Effata dan SMPN 11 Raja Ampat.

Di Kampung Manyaifun, sinergi BUMN menyalurkan aliran listrik ke 59 hunian warga. Program di lokasi ini juga mencakup perbaikan fasilitas ibadah serta gedung sekolah guna mendukung aktivitas spiritual dan pendidikan bagi 150 penduduk setempat.

Direktur TJSL Badan Pengelola Investasi BUMN, Edi Eko Cahyono, menjelaskan bahwa penggabungan kekuatan antarinstansi dilakukan agar hasil yang dicapai lebih terukur dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.

"Kolaborasi ini kami dorong untuk menghadirkan program yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Monitoring akan terus diperkuat agar dampak ekonominya benar-benar nyata," tegas Edi Eko Cahyono.

Konsorsium ini melibatkan perusahaan besar seperti Pelindo, BRI, PLN, hingga Garuda Indonesia. Melalui skema kerja sama lintas sektor tersebut, pemerintah berharap model pemberdayaan ini dapat direplikasi di berbagai wilayah 3T lainnya di seluruh Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi