Bumi Resources Raih Kenaikan Laba Bersih 36 Persen pada Kuartal I 2026

Bumi Resources Raih Kenaikan Laba Bersih 36 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Bumi Resources Raih Kenaikan Laba Bersih 36 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil membukukan lonjakan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun ini. Emiten pertambangan tersebut mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 36,65 persen menjadi US$ 41,09 juta hingga kuartal I-2026.

Dilansir dari Investortrust, pencapaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tertahan di angka US$ 30,07 juta.

Laporan keuangan perseroan per 31 Mret 2026 menunjukkan bahwa lonjakan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 19,75 persen. Nilai pendapatan BUMI terkerek menjadi US$ 417,66 juta dari sebelumnya sebesar US$ 348,78 juta pada kuartal I-2025.

Peningkatan pendapatan operasional ini diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang tercatat senilai US$ 334,81 juta dari posisi sebelumnya US$ 297,53 juta. Meski demikian, perusahaan tetap mampu mengamankan pertumbuhan laba bruto menjadi US$ 82,84 juta dari US$ 51,25 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Performa operasional yang solid juga terlihat dari laba usaha yang melesat menjadi US$ 49,06 juta. Angka ini naik tajam dibandingkan perolehan kuartal I-2025 sebesar US$ 27,91 juta, walaupun beban usaha terpantau menguat menjadi US$ 33,78 juta dari US$ 23,33 juta.

Kinerja Finansial dan Pajak

Di sisi lain, perseroan mencatatkan beban bunga dan keuangan sebesar US$ 12,80 juta disertai beban lain-lain neto senilai US$ 1,08 juta. Akumulasi tersebut membuat laba sebelum pajak penghasilan BUMI melonjak menjadi US$ 55,29 juta dari US$ 28,64 juta pada periode tahun lalu.

Terkait pos perpajakan, perusahaan membukukan beban pajak penghasilan sebesar US$ 11,60 juta. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kuartal pertama tahun lalu yang masih mendapatkan manfaat pajak senilai US$ 2,18 juta.

Setelah dikurangi bagi hasil senilai US$ 2,59 juta, laba bersih yang dapat diatribusikan pada periode berjalan mencapai US$ 41,09 juta. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$ 24,14 juta pada kuartal I-2026 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 17,86 juta.

Artikel terkait

Rekomendasi