Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp425,78 Miliar pada Kuartal I/2026

Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp425,78 Miliar pada Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Bukalapak Alami Rugi Bersih Rp425,78 Miliar pada Kuartal I/2026.

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melaporkan kinerja keuangan yang berbalik rugi sebesar Rp425,78 miliar pada periode kuartal I/2026. Kondisi ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan usaha perseroan yang meningkat cukup tajam secara tahunan.

Berdasarkan data laporan keuangan yang dikutip dari Market, BUKA meraup pendapatan bersih senilai Rp2,36 triliun hingga 31 Maret 2026. Pencapaian tersebut mencerminkan kenaikan 62,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,45 triliun.

Sektor gaming menjadi mesin pertumbuhan utama dengan sumbangan pendapatan mencapai Rp2,09 triliun. Kontribusi lainnya berasal dari segmen online to offline yang memberikan Rp173,81 miliar bagi perseroan.

Unit ritel menyumbangkan Rp79,42 miliar, sementara dari sektor investasi tercatat sebesar Rp20,98 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan yang kuat ini juga diikuti oleh pembengkakan pada pos beban pokok pendapatan.

Beban pokok tersebut melonjak 66,49% menjadi Rp2,20 triliun, naik dari posisi sebelumnya Rp1,32 triliun pada kuartal pertama tahun lalu. Tekanan pada beban ini berdampak langsung terhadap kesehatan operasional perusahaan.

Akibatnya, BUKA harus menanggung rugi usaha sebesar Rp519,05 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026. Nilai kerugian operasional ini melambung 449,94% jika dikomparasi dengan rugi usaha Rp94,38 miliar pada kuartal I/2025.

Secara keseluruhan, emiten teknologi ini membukukan rugi bersih Rp425,78 miliar. Realisasi ini berbanding terbalik dengan catatan kuartal I/2025 yang kala itu masih mampu meraih laba bersih sebesar Rp110,65 miliar.

Dari sisi neraca, total aset Bukalapak tercatat sebesar Rp25,42 triliun per akhir Maret 2026. Angka ini mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang mencapai Rp26,03 triliun.

Penurunan juga terlihat pada sisi kewajiban atau liabilitas perusahaan. Total liabilitas BUKA menyusut menjadi Rp657,89 miliar pada periode ini, turun dari Rp717,29 miliar sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, total ekuitas perseroan per 31 Maret 2026 berada di angka Rp24,77 triliun. Nilai modal tersebut terkoreksi dari posisi 31 Desember 2025 yang sebelumnya berjumlah Rp25,31 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi