Budiman Sudjatmiko Puji Tradisi Intelektual Prabowo di Sidang Kabinet

Budiman Sudjatmiko Puji Tradisi Intelektual Prabowo di Sidang Kabinet
Foto: Ilustrasi Budiman Sudjatmiko Puji Tradisi Intelektual Prabowo di Sidang Kabinet.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, memberikan penilaian terhadap gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dikutip dari Kompas, Budiman menyebut Prabowo merupakan sosok presiden yang memiliki tradisi intelektual kuat.

Menurut Budiman, mantan Danjen Kopassus tersebut sangat terbuka terhadap ruang perdebatan selama menjalankan pemerintahan. Ia mengamati bahwa rapat kabinet yang dipimpin Prabowo justru menjadi ajang diskusi aktif antar kementerian.

Budiman menyayangkan adanya penilaian negatif yang muncul terlalu dini terhadap kepemimpinan saat ini. Ia merasa tidak adil jika sosok presiden tersebut langsung mendapatkan label tertentu sebelum masa jabatannya berjalan cukup lama.

"Sayang kita lagi punya presiden kayak gini, belum paruh pertama kepresidenannya sudah dicap anti kritik,ÔÇØ katanya.

Namun, klaim mengenai keterbukaan diskusi tersebut mendapatkan bantahan dari Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Ubedilah menyatakan bahwa realitas yang ia saksikan justru menunjukkan hal yang berbeda.

Ubedilah mengaku tidak menemukan adanya kedalaman perdebatan intelektual di dalam sidang kabinet sebagaimana yang diceritakan oleh Budiman Sudjatmiko. Ia menilai mekanisme komunikasi yang terjadi cenderung bersifat searah.

Pengamat tersebut menekankan bahwa prinsip demokrasi seharusnya menjauhkan tindakan represi. Ia memandang proses interaksi di dalam kabinet belum mencerminkan pertukaran gagasan yang substantif antar anggotanya.

"Yang dilihat adalah bicara panjang Pak Prabowo, lalu tanya jawab singkat dan tidak ada perdebatan mendalam,ÔÇØ katanya.

Ubedilah menyoroti bahwa durasi bicara yang didominasi oleh presiden membatasi ruang bagi peserta rapat untuk melakukan bedah kebijakan secara kritis. Kritik ini menjadi pembanding atas klaim tradisi intelektual yang sebelumnya digaungkan oleh pihak istana.

Artikel terkait

Rekomendasi