PT Buana Finance Tbk (BBLD) mencanangkan penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross menjadi sebesar 2,61% pada tahun 2026. Guna merealisasikan target tersebut, perseroan menjalankan langkah penguatan kualitas pembiayaan sejak awal pengajuan kredit, seperti dilansir dari Keuangan pada Selasa (19/5/2026).
Pengetatan proses penyaluran pembiayaan tersebut diterapkan demi menjaga kualitas portofolio perusahaan. Berdasarkan pemaparan dalam Public Expose pada hari Selasa, pembenahan difokuskan pada peninjauan ulang parameter pemberian kredit nasabah.
"Kami akan melakukan pembenahan dari sisi loan origination dengan meninjau kembali parameter-parameter dalam pemberian kredit kepada nasabah. Dengan demikian, kualitas loan origination untuk new disbursement dapat lebih terjaga dan membantu menurunkan NPF," ujar Mariana Setyadi, Direktur Keuangan Buana Finance.
Langkah selektivitas kredit ini dibarengi dengan peningkatan mitigasi risiko guna menghadapi tantangan kualitas pembiayaan ke depan. Manajemen mengakui bahwa penurunan rasio NPF di tengah situasi ekonomi global saat ini masih dipenuhi tantangan.
Sebelumnya, tantangan ekonomi yang berat telah memicu kenaikan rasio NPF gross perusahaan dari angka 1,97% pada tahun 2024 menjadi 3,12% pada tahun 2025. Terkait situasi tersebut, manajemen menyiapkan strategi fragmentasi bisnis untuk menjaga kesehatan pertumbuhan usaha.
"Hal ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang cukup besar serta dampak kondisi global terhadap kualitas pembiayaan," ujar Herman Lesmana, Direktur Pemasaran Buana Finance.
Melalui fragmentasi bisnis pada tahun 2026, perseroan akan lebih selektif dalam memilih segmen pembiayaan. Fokus perusahaan diarahkan pada segmen yang memiliki risiko relatif rendah namun tetap mampu memberikan margin yang optimal.
"Kami akan mencari celah-celah bisnis yang masih aman, dengan potensi risiko minimal tetapi tetap memberikan margin yang baik bagi perusahaan," kata Herman Lesmana, Direktur Pemasaran Buana Finance.
Hingga tahun 2026, realisasi penyaluran pembiayaan baru dari Buana Finance telah menyentuh angka Rp 4,3 triliun atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,13% secara tahunan (YoY). Di sisi lain, piutang pembiayaan perseroan pada tahun 2025 tercatat berada di angka Rp 6,57 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 7,05% YoY.