BTN Tunda Rencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara

BTN Tunda Rencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara
Foto: Ilustrasi BTN Tunda Rencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN belum mengambil keputusan final terkait rencana akuisisi PT Asuransi Binagriya Upakara di Jakarta pada Senin (9/2/2026).

Penundaan keputusan aksi korporasi tersebut dilakukan seiring dengan adanya proses konsolidasi perusahaan asuransi nasional yang sedang berjalan, seperti dilansir dari Investortrust.

Rencana pengambilalihan kepemilikan ini bermula dari surat proposal yang diajukan oleh pihak Asuransi Binagriya kepada BTN karena adanya regulasi penambahan modal dari Otoritas Jasa Keuangan.

"Ada aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait dengan penambahan modal minimal Rp 1 triliun di tahun 2028. Mereka kirim surat ke kita, intinya mereka ingin BTN (yang) ambil alih," ujar Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Pihak manajemen BTN mengakui bahwa target perusahaan asuransi tersebut sebenarnya memiliki fundamental finansial yang kuat, teercermin dari rasio keuangan yang berada di atas rata-rata industri.

"Perusahaannya bagus. ROA bagus di atas 5%. Perusahaannya bagus ROE (return on equity)-nya 18%. Klaim rasionya 30%, ketika asuransi lain klaim rasionya 70%-80%," kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Meskipun memiliki potensi bisnis yang menjanjikan, perusahaan asuransi bentukan kerja sama dana pensiun dan yayasan itu masih terkendala oleh skala operasional usaha yang relatif kecil.

"This is a good business," ucap Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Langkah strategis perbankan pelat merah ini kemudian dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk menyelaraskan kebijakan pengembangan sektor keuangan pemerintah.

"Kita sudah bahas juga dengan Danantara, cuman Danantara meminta ini di postpone (menunda) karena lagi ada konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi. Jadi kita tunggu itu aja mau kemananya," ujar Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Saat ini manajemen emiten berkode saham BBTN tersebut memilih patuh pada arahan regulator dan pemerintah dalam menentukan kelanjutan ekspansi bisnis asuransi mereka ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi