BTN Targetkan Transformasi Bisnis Lewat Strategi Beyond Mortgage pada 2026

BTN Targetkan Transformasi Bisnis Lewat Strategi Beyond Mortgage pada 2026
Foto: Ilustrasi BTN Targetkan Transformasi Bisnis Lewat Strategi Beyond Mortgage pada 2026.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengumumkan kesiapan untuk memacu transformasi bisnis melalui strategi Beyond Mortgage pada 2026. Langkah ini diambil guna memantapkan posisi perusahaan di segmen consumer banking.

Seperti diberitakan oleh Investortrust, bank berkode saham BBTN ini memproyeksikan kondisi perekonomian pada 2026 akan menunjukkan performa yang lebih positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan bahwa status sebagai bank Himbara menjadikan BTN sebagai institusi yang paling sesuai dalam mengonsep model bisnis konsumer berlandaskan pembiayaan perumahan.

ÔÇ£Sebetulnya kami mungkin bank Himbara yang paling pas sebagai consumer banking. Karena mungkin diawali dengan mortgage adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat, tapi mungkin lanjut lagi dengan produk-produk lainnya,ÔÇØ ujarnya.

Melalui perluasan ekosistem ini, BTN bakal menghadirkan variasi produk baru secara menyeluruh pada 2026. Layanan tersebut meliputi kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga fasilitas paylater.

Selain itu, penguatan transaksi digital juga dilakukan lewat superapps Bale demi mengakomodasi keperluan investasi serta konsumsi para nasabah.

ÔÇ£Kita akan melengkapi semua kebutuhan itu. Kami penuhi di tahun ini, insyaAllah,ÔÇØ katanya.

Mengenai dinamika industri, Rully tidak menampik adanya perlambatan yang melanda sektor perbankan pada 2025, khususnya pada segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan lini konsumsi rumah tangga.

Situasi tersebut dipandang sebagai bentuk penyesuaian pasar setelah terjadinya lonjakan belanja masyarakat yang signifikan pada masa pascapandemi.

ÔÇ£Kalau kita merunut lagi dari tahun 2022 setelah Covid, konsumsi masyarakat kan begitu tinggi, orang spending, mungkin sangat tinggi spending-nya sehingga akhirnya cukup menghabiskan tabungan masyarakat,ÔÇØ ucapnya.

ÔÇ£Kalau kita lihat lagi, namanya penghasilan itu mungkin belum balik (seperti) sebelum Covid dengan setelah Covid. Ini tantangan,ÔÇØ sambung Rully.

Kendati demikian, manajemen BTN tetap melihat peluang besar pada 2026. Target pertumbuhan ekonomi dari pemerintah dinilai bakal menjadi pendorong utama pulihnya sektor pembiayaan dan daya beli.

ÔÇ£Kami optimis karena pemerintahan baru memang mencanangkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Walaupun ada adaptasi di 2025, harusnya 2026 sudah lebih baik,ÔÇØ ujar Rully.

ÔÇ£Kami optimisnya mulai semester kedua harusnya semua bisa settle dengan baik,ÔÇØ tambahnya.

Artikel terkait

Rekomendasi