BTN Targetkan Rasio NPL Turun di Bawah Tiga Persen pada Tahun Ini

BTN Targetkan Rasio NPL Turun di Bawah Tiga Persen pada Tahun Ini
Foto: Ilustrasi BTN Targetkan Rasio NPL Turun di Bawah Tiga Persen pada Tahun Ini.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) optimistis mampu menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) hingga di bawah 3 persen pada tahun 2026 melalui penerapan tiga strategi utama.

Target pencapaian efisiensi kualitas kredit tersebut dilansir dari Investortrust berdasarkan penjelasan manajemen perseroan dalam acara Media Briefing yang berlangsung di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Jawa Barat, pada Rabu (4/2/2026).

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo memaparkan tiga langkah strategis perusahaan yang meliputi pengetatan seleksi calon debitur, penguatan automasi teknologi, serta sentralisasi sistem penagihan.

Langkah awal difokuskan pada penyaringan profil risiko nasabah secara lebih ketat guna memastikan kualitas kredit sejak tahap awal pengajuan.

"Pertama, seleksi awal, biar setiap proses di seleksi lebih baik gitu ya, lebih selektif, sesuai dengan risk profile dari nasabah atau calon debitur. Jadi seleksi awal diperkuat," ujarnya Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN.

Sebagai strategi kedua, perusahaan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan sistem penilaian digital untuk memproses pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR).

"Jadi sekarang sudah 80% proses KPR (kredit pemilikan rumah) di BTN itu sudah terautomasi. Pemutusannya sudah tidak (memakai) orang lagi tapi sudah pakai mesin," katanya Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN.

Pilar strategi terakhir bertumpu pada perombakan manajemen penagihan yang kini dialihkan dari kantor cabang ke sistem terpusat berbasis pelacakan GPS dan penilaian koleksi wilayah.

"Jadi tiga faktor itu di mana kita sudah melihat data tren dari flow dari nasabah yang lancar atau nunggak itu semakin lama semakin sedikit, turun terus. Jadi tahun depan sudah pasti kita meyakini di bawah 3% (NPL)," ucap Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN.

Optimisme serupa mengenai pengendalian rasio NPL di bawah 3 persen ini juga telah disampaikan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Senin (26/1/2026).

Berdasarkan laporan keuangan publikasi unaudited hingga kuartal III 2025, emiten berkode saham BBTN ini mencatatkan rasio NPL gross sebesar 3,45 persen, mengalami kenaikan dari posisi 3,24 persen pada periode yang sama tahun 2024.

Artikel terkait

Rekomendasi