PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalin sinergi untuk mengembangkan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) guna menyukseskan Program 3 Juta Rumah di sejumlah kota strategis pada Jumat (22/5/2026).
Sinergi strategis tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Suara.
Proyek awal difokuskan di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, yang mengintegrasikan hunian terjangkau dengan simpul transportasi umum seperti KRL, LRT, MRT, dan Transjakarta.
Langkah ini diambil untuk menekan beban biaya mobilitas masyarakat urban yang tinggal jauh dari pusat aktivitas ekonomi.
ÔÇ£Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development atau TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,ÔÇØ ujar Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.
Nixon menambahkan bahwa konsep integrasi stasiun sebagai pusat hunian ini meniru kesuksesan kota-kota besar di negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong.
Skema pembiayaan konstruksi serta penyediaan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) disiapkan oleh pihak BTN untuk mengelola basis data permintaan hunian tersebut.
ÔÇ£Kita menggabungkan tiga hal sebenarnya. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang kedua adalah kita merealisasikan konsep TOD, Transit Oriented Development,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
KAI memproyeksikan kawasan Manggarai seluas 62 hektare ini akan bertransformasi menjadi pusat bisnis baru terintegrasi yang dilengkapi area komersial, fasilitas olahraga, hingga tempat rekreasi.
ÔÇ£Yang ketiga, kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,ÔÇØ jelas Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Melalui anak usahanya, KAI Properti menyediakan aset potensial di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya untuk membangun total lebih dari 5.400 unit hunian vertikal.
Fase awal di Manggarai akan memanfaatkan lahan seluas 2,2 hektare untuk membangun tiga tower pertama, sebelum dilanjutkan pada lahan 1,6 hektare berikutnya demi mengejar target total 5.000 unit apartemen.
Hunian dirancang dengan tipe dua kamar tidur berukuran 45 hingga 54 meter persegi yang dijual mulai Rp500 jutaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan Rp700 jutaan hingga di atas Rp1 miliar untuk unit non-subsidi.
Guna memudahkan kepemilikan, BTN menawarkan KPR Rumah Susun FLPP dengan bunga tetap 6 persen per tahun, uang muka dari 1 persen, dan angsuran sekitar Rp2,9 juta per bulan untuk warga berpenghasilan maksimal Rp12 juta sampai Rp14 juta.
Selain fasilitas KPR konsumer, disediakan pula skema Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp10 juta hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan di sekitar ekosistem hunian.
ÔÇ£Hari ini banyak masyarakat tinggal di luar Jakarta karena harga rumah di pusat kota sulit dijangkau. Padahal biaya transportasi dan mobilitas setiap harinya juga sangat besar. Karena itu kami ingin menghadirkan alternatif hunian yang lebih dekat, lebih efisien, dan tetap terjangkau,ÔÇØ tutur Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Saat ini, kedua BUMN telah mengantongi ribuan data calon peminat awal untuk proyek TOD Manggarai yang segera diverifikasi secara bertahap dalam waktu dekat.