BTN Dukung Industri Kopi Lewat Aplikasi Bale di Indonesia Coffee Expo 2026

BTN Dukung Industri Kopi Lewat Aplikasi Bale di Indonesia Coffee Expo 2026
Foto: Ilustrasi BTN Dukung Industri Kopi Lewat Aplikasi Bale di Indonesia Coffee Expo 2026.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) terus berupaya memperkuat ekspansinya pada industri berbasis gaya hidup. Seperti dilansir dari Investortrust, salah satu langkah nyata yang diambil perusahaan adalah dengan menggenjot pemanfaatan superapps Bale.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui keterlibatan BTN dalam ajang pameran kopi dan gaya hidup bertajuk Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Eksibisi ini dijadwalkan berlangsung di tiga kota besar, yakni Surabaya pada 29-31 Mei 2026, Medan pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, serta Jakarta pada 4-6 September 2026.

Guna mempermudah sistem pembayaran di lokasi acara, pihak perbankan telah menyiapkan infrastruktur digital yang lengkap. BTN mengintegrasikan electronic data capture (EDC) dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh area pameran yang terhubung langsung melalui platform Bale by BTN.

"Kami ingin pelaku usaha kopi tidak hanya kreatif, tapi juga kuat secara finansial dan berkelanjutan," ujar Nixon, dalam Indonesia Coffee Expo sponsored by Bale by BTN, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Emiten perbankan berkode saham BBTN ini juga menyiapkan berbagai stimulus untuk memeriahkan jalannya pameran. Beberapa program yang dihadirkan di antaranya adalah penawaran pengembalian dana atau cashback, penghargaan bagi pencetak transaksi tertinggi, serta beragam kampanye promosi interaktif.

"Kami percaya bahwa ekosistem yang kuat lahir dari kolaborasi yang konsisten. BTN siap menjadi bagian dari perjalanan panjang industri kopi di Indonesia," kata Nixon.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan bahwa tren pertumbuhan kedai kopi modern saat ini menunjukkan grafik yang sangat positif di wilayah perkotaan. Sektor ini bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial dan produktivitas bagi generasi muda.

"Sekarang kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle). Ada pergeseran dari sekadar konsumsi menjadi experience," ucap Nixon.

Menurutnya, cakupan industri ini sangat luas karena melibatkan jutaan pekerja yang tersebar dari sektor hulu hingga ke hilir. Jaringan rantai nilai tersebut mengikat petani, pengolah hasil panen, roaster, distributor, pemilik kedai kopi, barista, penyelenggara acara, komunitas, hingga platform digital.

"Ketika satu bagian tumbuh, seluruh ekosistem ikut bergerak. Pertumbuhan sektor ini harus didukung oleh sistem keuangan yang terintegrasi," ujar Nixon.

Artikel terkait

Rekomendasi