BTN Cetak Kenaikan Laba 22,6 Persen pada Kuartal I 2026

BTN Cetak Kenaikan Laba 22,6 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi BTN Cetak Kenaikan Laba 22,6 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,6 persen secara year on year (yoy) pada kuartal I 2026. Laba lembaga perbankan pelat merah tersebut melonjak berkat topangan pendapatan bunga bersih yang positif serta efisiensi operasional, Rabu (15/4/2026).

Kenaikan laba bersih perseroan dipicu oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat mencapai 13 persen secara tahunan, dilansir dari Investortrust. Manajemen perseroan menyatakan bahwa kualitas penyaluran kredit yang stabil ikut menjaga laju pendapatan bunga tetap kokoh.

Direktur Finance & Strategy BTN Nofry Rony Poetra menjelaskan rincian pertumbuhan laba bersih perseroan yang bersumber dari selisih pendapatan bunga tersebut dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I 2026 BTN di Jakarta.

ÔÇ£Kalau kita ngomongin laba, pasti datangnya kalau bank itu kan dari interest income dibandingkan dengan interest expense. Yang kita sebut dengan net interest income. BTN NII-nya itu naiknya 13%,ÔÇØ ujarnya, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I 2026 BTN, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pihak manajemen menambahkan bahwa kestabilan pendapatan bunga perseroan turut ditopang oleh ekspansi kredit yang masih melaju di atas angka 10 persen. Segmen kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi tumpuan utama bisnis perseroan di samping pertumbuhan segmen korporasi.

ÔÇ£Interest income-nya stabil, karena kita bisa jaga growth kreditnya itu bagus, di atas 10%. Fokusnya masih di KPR, korporasi juga masih tumbuh,ÔÇØ katanya.

Faktor lain yang memperkuat pendapatan bunga perseroan adalah terjaganya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di level 3,1 persen. Kualitas aset yang sehat membuat penerimaan bunga dari para debitur berjalan lancar.

ÔÇ£NPL pasti akan memengaruhi pendapatan bunga. Kalau orang tidak bayar, kita tidak mendapatkan bunga. Karena NPL-nya kita bisa jaga dengan bagus, kualitas kreditnya bagus, pendapatan bunganya juga jadi stabil, NPL-nya tadi di 3,1%, ini stabil angkanya,ÔÇØ ucap Nofry.

Perseroan juga mencatatkan penurunan biaya dana atau cost of fund yang kini bergerak mendekati level 3 persen, bahkan di bawah 3 persen untuk entitas bank saja. Penurunan ini didorong oleh porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) berupa tabungan dan giro yang stabil.

ÔÇ£Cost of fund kita bagus, turun terus, karena CASA-nya stabil. Tabungan kita malah cost of fund-nya sudah di bawah 1%, yang giro sudah di bawah 1,5%. Ini yang menyebabkan NII kita tumbuh 13%,ÔÇØ ujar Nofry.

Bukan hanya dari pos pendapatan, efisiensi juga ditunjukkan melalui rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang membaik ke kisaran 85 persen per Maret 2026 dari posisi Desember 2025 sebesar 89 persen.

ÔÇ£Ini kombinasi yang bagus sebetulnya. Kinerja utama kita bagus, pendapatan bunga dibandingkan beban bunga bagus, kemudian pendapatan non bunganya atau fee based-nya juga kita tumbuh bagus, ditambah lagi dengan efisiensi yang juga bisa kita jaga dengan stabil,ÔÇØ kata Nofry.

Pihak manajemen BTN menargetkan konsistensi pertumbuhan laba bersih perseroan dapat terus bertahan di kisaran 20 persen hingga akhir tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi