BSI Targetkan Pengguna Mobile Banking Tembus 10 Juta pada 2026

BSI Targetkan Pengguna Mobile Banking Tembus 10 Juta pada 2026
Foto: Ilustrasi BSI Targetkan Pengguna Mobile Banking Tembus 10 Juta pada 2026.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mempercepat langkah transformasi digital demi memacu pertumbuhan bisnis. Dilansir dari Investortrust, bank syariah terbesar di Indonesia ini memasang target ambisius untuk menjaring lebih dari 10 juta pengguna mobile banking pada tahun 2026.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, target tersebut didorong oleh pertumbuhan pesat dari superapp BYOND by BSI yang kini menjadi kanal utama nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

Aplikasi BYOND menorehkan performa impresif dengan lonjakan pengguna mencapai 197 persen secara year on year (yoy) semenjak meluncur pada November 2024. Berdasarkan data hingga Desember 2025, basis pengguna mobile banking BSI secara kumulatif telah menembus angka 9 juta user.

Jumlah tersebut mencakup sekitar 6 juta nasabah yang mengaktifkan BYOND serta lebih dari 3 juta pengguna platform BSI Mobile. Anggoro menegaskan bahwa digitalisasi memegang peranan krusial sebagai pintu masuk untuk mengenalkan produk perbankan secara aman dan inklusif.

ÔÇ£Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,ÔÇØ ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (31/3/2026).

Pertumbuhan masif BYOND disokong oleh kehadiran fitur finansial modern yang relevan dengan tren transaksi cashless bagi generasi muda. Salah satu produk yang memicu minat besar masyarakat adalah layanan bullion bank berupa Tabungan Emas yang dapat diakses mulai dari Rp 50.000.

Terobosan investasi terjangkau ini sukses mendongkrak total nasabah Tabungan Emas BSI hingga melewati 530.000 pengguna. Angka pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan luar biasa sebesar 417 persen secara tahunan.

Selain sektor investasi emas, ekosistem haji dan umrah menjadi pilar utama dalam mendatangkan pengguna baru. BSI memfasilitasi pembukaan rekening tabungan haji secara digital via aplikasi dengan setoran awal ringan sebesar Rp 100.000.

ÔÇØDalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108% (yoy) menjadi sekitar 380.000 nasabah,ÔÇØ kata Anggoro.

Volume Transaksi dan Penguatan Ekosistem

Kenaikan jumlah pengguna ini berbanding lurus dengan aktivitas transaksi digital di dalam platform. Sepanjang tahun 2025, BYOND sukses memproses lebih dari 730 juta transaksi, atau melonjak sebesar 52 persen (yoy).

Dari segi nilai operasional, volume transaksi lewat superapp ini menyentuh angka sekitar Rp 820 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Untuk mengimbangi ekspansi digital, BSI terus memperkuat integrasi ekosistem e-channel secara menyeluruh di berbagai lini. Jaringan pendukung ini mencakup pusat kontak BSI Call 14040, sekitar 6.000 mesin ATM/CRM, hingga sistem cash management institusi melalui BEWIZE.

Perseroan juga mengoptimalkan layanan BSI Net serta jaringan BSI Agen yang saat ini jumlahnya telah menembus 126.000 agen di seluruh penjuru Indonesia. Layanan pengiriman uang atau remitansi lintas negara turut melengkapi jangkauan ekosistem perbankan ini.

Langkah strategis ke depan dari emiten berkode saham BRIS ini akan menitikberatkan pada peningkatan kapabilitas teknologi serta kualitas layanan pelanggan. Pihak manajemen berkomitmen memperluas ekosistem digital untuk menjaga keberlanjutan frekuensi dan nilai transaksi.

ÔÇ£Pada tahun 2026 BSI optimistis dapat mencapai lebih dari 10 juta pengguna mobile banking, didukung oleh strategi transformasi digital yang terintegrasi antar kanal dan ekosistem,ÔÇØ ucap Anggoro.

Artikel terkait

Rekomendasi